Share Majalah


() views
(1023) views
(1016) views
(1008) views
(1001) views
(1002) views
(992) views
(990) views
(980) views
Mendaras
Dikunci buat yang Rajin Puasa
 Share       

"Ada kisah yang membuat saya kagum sama puasa. Sebut saja Iyan dan iIla, sepasang suami-isteri. Beliau berdua adalah guru honorer di sekolah swasta di kawasan Jawa Barat. Beliau berdua hidup kekurangan sampai suatu saat beliau bedua cerita kepada saya".

Untuk menambal biaya hidup, Iyan kerja,Ila juga kerja. Tapi ternyata mereka masih juga tidak sanggup untuk membayar kontrakan.Anda tahu kontrakan mereka berapa duit? Kisah ini terjadi sekitar tahun 1994 apa 1995,sewa kontrakan Rp 95 ribu waktu itu. Dalam keadaan Iyan dan Ila ada kekurangan rizki, mereka kemudian mengamalkan amalan hebat, yakni amalan puasa. Barangkali, tanpa bermaksud meledek gitu ya... Iyan dan Ila juga melaksanakan puasa karena faktor kekurangan, gitu ya.Maaf nih, kalau orangnya baca atau denger di rekaman audio di Daqu TV, Daqu Mobile,di Wisatahati.com atau di YusufMansyur.com. Insya Allah lah, saya percaya mereka bukan karena kekurangan terus berpuasa, tapi karena mereka berdua sangat sholeh lah.Saya dulu juga pernah begitu. Pernah puasa karena uang saya pengen saya sedekahkan gitu lho. Puasa biar bisa nraktir orang. Kita rela kita beli nasi bungkus nih, terus dikasih orang. “Eh, saya beli nih nasi nih, makanlah,” kata kita kepada kawan. Kita kan udah sarapan, dan kita tau dia itu dari pagi gak makan karena gak ada duit, biar gantian dia yang makan. Ya udah, dimakan,sementara kita nelan ludah ngeliat temen kita makan dengan lahap. Nah, kembali ke Iyan dan Ila, di tengah-tengah kesusahannya, mereka punya amalan hebat. Subhanallah,yaitu puasa! Senen-Kamis! Dan sebagaimana yang kita ketahui,bahwa orang-orang yang berpuasa itu kan “Do’auhum mustajaabun”, do’a mereka itu mustajab sekali.

Saya membayangkan, jika saya kemudian atas izin Allah ini kisah saya bertemu Iyan dan Ila di periode 1994-1995 melihat tatapan mata mereka tuh insya Allah dan perilaku mereka,mereka berdua tuh mereka merupakan orang-orang yang memantapkan betul ketika berpuasa tuh berdo’a.Saudara, ketika saudara banyak utang, lalu saudara berdo’a ketika berpuasa.Menyengaja puasa Daud, kemudian ketika berpuasa itu saudara berdo’a. Wuiih…deh…Subhanallah deh, Masya Allah.Saudara…saudara yang pengen punya keturunan.. terus sudara hajar itu puasa Daud, bet-bet-bet! Sehari puasa, sehari enggak. Pada saat sahur anda “geber” do’anya, pada saat puasa anda “geber“ do’anya. Kan anda Dhuha juga nih. Ketika Dhuha, hari biasa sama hari puasa beda loh. Anda Dhuha di hari anda berpuasa…Beuh... ”wa ‘amaluhum mudha’afun”, amalnya juga akan dilipatgandakan. Bukan cuma do’auhum mustajabun.Ketika Dhuha cuma dua rakaat, keadaannya berbeda, karena anda melakukannya dalam keadaan menahan lapar. Sudara pergi ke mesjid di siang hari di waktu Dhuhur, saudara pergi di waktu Ashar…beda! Karena saudara pada saat sedang berpuasa.

Nah, suatu hari pemilik sekolah di tempat Ila honorer,mengumpulkan kepalakepala sekolah dan guru-guru senior. Pemilik mengabarkan bahwa dia punya kesulitan yang mendesak, sehingga dia putuskan harus menjual sekolah ini.Iyan dan Ila tidak termasuk yang diajak bicara langsung oleh pimpinan puncak sekolah karena mereka berdua nih guru honorer, gitu. Gak mungkin lah punya duit dan punya temen yang kaya, gitu.Namun sekolah itu tidak kunjung mendapatkan pembeli.Sudah diumumkan kemanamana,gak juga ada solusi. Ini mungkin udah takdir Allah.Allah sedang mempersiapkan sesuatu bagi Iyan dan Ila.Suatu kali Iyan dan Ila tibatiba dipanggil sama pimpinan sekolah. Kebetulan pimpinan pucuk ini lumayan deket dengan Ila. Kemudian terjadilah dialog berikut.Pimpinan: “Ila, sekolah nih mau dijual, kemudian tementemen kamu belum ada yang berhasil mendapatkan pembeli, gimana kalau kamu yang cari, gitu, siapa yang bisa beli sekolah Bapak? Tanahnya udah sertifikat, bangunannya udah permanen, muridnya udah ribuan. Masa iye gak ada yang mau. Sedangkan beli tanah kosong aja nggak dapet dengan harga yang bapak tawarin..Ini mah udeh ada bangunannye, udeh ada izinnya, udah diakui.” Pada saat itu Ila menjadi the looser. Gak percaya sama diri sendiri. Padahal pimpinan sudah percaya. Jawaban Ila pada saat itu, “Yaa bapak darimana saya dapat teman yang kayak gitu.”Ila diselamatkan sama Allah, karena mungkin salah satunya rajin puasanya. Kan dia sering berdo’a tuh…pada saat puasa berdo’a, pada saat puasa berdo’a. Tiba-tiba dia pengen nolongin tuh owner, pengen nolongin tuh pemilik sekolah. Ila lalu bicara sama Iyan bahwa pemilik sekolah ngajak ngomong, nanya punya gak kenalan yang bisa membeli sekolahnya? Mulailah Iyan dan Ila ini berdo’a. Bahkan bukan hanya pada saat berpuasa, juga pada saat tidak berpuasa. Dan pada saat yang sama, sebenarnya Allah sudah menyiapkan jalannya. Ila nih nyambi ngajar privat pada satu orang kaya, seorang ibu yang tidak punya siapasiapa, termasuk gak punya suami, gak punya anak, gitu.

Umurnye ude 62 an tahun,gitu.. Ngajar ngaji. Ngajar Baca tulis Qur’an. Jauh padahal,dari Bogor ke Jakarta. Terus kemudian, nawarin nih si Ila ke ibu itu : “Bu, sekolah tempat saya ngajar mau dijual, ibu mau beli nggak?” Ibu ini dengan datar menjawab: “Buat apa La..saya nih gak punya anak, gak punya suami, kalau saya beli,saya meninggal, gak ada yang ngurusin!”Ya udah, si Ila ngajar lagi, si ibu belajar lagi, gak ada tanda tanda bahwa si ibu digerakan Allah untuk beli. Di waktu yang kurang lebih sama, ada Mr “D” begitu sebut saja, nawarin ke saya. Saya waktu itu supplier komputer,dan dikira seorang pengusaha.“Pak Yusuf beli nih sekolah, sekolahnye bagus, udah sertifikat, tanahnye lebar,muridnye banyak. Kayak kebon loh, ibarat kebon nih kebon yang udeh berbuah, tinggal panen tiap tahun terus.” Waktu itu saya gak pengen jadi the looser, gak pengen jawab, “Duit dari mana?” Saya bilang, “Bismillah deh ayuk ke nenek Ane. Nenek Ane tuh insya Allah deh duitnye ada,gitu, lumayanlah, bisa beli itu sekolahan.”Diajaklah Mr “D” ini ke rumah. Nemuinlah tuh nenek saya. Terus saya prologin sebentar, lalu saya suruh Mr “D” ini ngomong.“Begitu Bu Haji, ini sekolah nih, cucu Bu Haji juga udeh masukin komputer ke situ.Dari masukin komputer doang,duitnye banyak tuh dia.Apalagi, kemudian kaya yang punya sekolah,” gitu katanye.Terus katanye lagi, “Kalau Bu Haji yang beli, kan nggak kemane-mane jatohnye, ke cucu sendiri juga.” Saya nyengir aja tuh. Subhanallah, nenek saya ngomong: “Berapa duit?”Disebutlah angka 250 juta. Nenek saya nawar: “Kalau 200 juta gimana? Nah, 200juta kan udah deket ke 250 juta kan.

Tapi si Mr “D” waktu itu saya menyaksikan die ngomong begini: “Itu udah murah nek, 250 juta tuh udah murah… Orang beli tanah doang juga belum tentu dapet segitu, belom lagi ngurus sertifikatnye, ini udah sertifikat nek.”Nenek saya juga jawab enteng juga tuh, “Nggak juga gak apa-apa! Apa kata si Mr “D”? Pikirin lagi aja nek, ntar saya kemari lagi. “Nggak.. kalau mau segitu ya… kita beli, kalau nggak yaa.. nggak usah!” Gitu kata nenek saya. Walhasil pulang tuh Mr “D” dengan suatu harapan dan saya juga bilang : “Insya Allah dah, ntar saya kilik-kilik lagi deh, siapa tau die mau. Cuma kurang gocap aja kan?”Akhirnya, ternyata, berapa coba kejual tuh sekolahan?Subhanallah deh, pokoknya tuh sekolahan emang udeh dikunci buat hamba Allah pasangan suami-istri tadi yang rajin puasanye.. Subhanallah, begitulah kedahsyatan puasa.Apalagi puasa Ramadhan.

Mendaras | Dikunci buat yang Rajin Puasa
DAQUTAMA
Kemandirian Ekonomi Pesantren
 Share       

"Hingga 2014, menurut Kementerian Perdagangan (Kemendag) ,jumlah pasar modern di Indonesia yang tercatat mencapai 23.000 unit. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 14 persen dalam tiga tahun terakhir".

“Pasar modern ada 23.000 dan dari jumlah itu sebanyak 14.000 lebih di antaranya merupakan kelompok usaha minimarket,sedangkan sisanya adalah supermarket,” papar DirekturJenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Srie Agustina di Jakarta (7/8/2014).Menurut Ketua Umum DPP Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia, dr Ali Mahsun,Mbiomed, keberadaan 23 ribu pasar modern legal dan ribuan lainnya yang ilegal,telah menyebabkan lebih 3500 pasar tradisonal dan 3 juta PKL kelontong gulung tikar.Maraknya pasar modern itu juga menjadi penyebab utama makin rendahnya kesejahteraan masyarakat pedesaan. Hal ini akibat “pelarian uang” dari desa disedot ke kota-kota besar dan ke luar negeri melalui ekspasi ritel modern yang merangsek ke pedesaan.“Hal ini mengakibatkan kesenjangan kota-desa semakin menganga dan memicu derasnya laju urbanisasi,” tutur Ali. Itu merupakan dampak dari rejim ekonomi global. Prof Nur Syam dalam paparannya pada Forum Silaturrahmi Ulama dan Umara di Sumenep (02/12/2011), mengemukakan, basis ekonomi global yang sedang terjadi sekarang adalah ekonomi liberal yang beranak pinak dengan materialisme, kapitalisme, konsumerisme dan sebagainya.Ekonomi liberal yang berbasis pada prinsip pasar bersaing bebas, menjadikan pasar sebagai penguasa ekonomi. Pasarlah yang menentukan terhadap semua transaksi yang di dalam semua aspek kehidupan ekonomi.

Melalui prinsip ini, maka jurang yang kaya dengan yang miskin menjadi semakin menganga sebab yang kecil tidak akan pernah mampu bersaing dengan yang besar dalam banyak hal. Belum lagi materialisme yang kemudian menjadikan dunia hanya digunakan untuk mengejar keuntungan materi dan menihilkan spiritualitas yang menjadi dasar bagi kehidupan yang bahagia.Oleh karena itu, lanjut guru besar pada Fakultas Dakwah UIN Sunan Ampel Surabaya itu,akhir-akhir ini semakin banyak ekonom yang berpikir bahwa tujuan dari seluruh kegiatan ekonomi bukanlah untuk mencari sebesar-besar kesejahteraan berbasis materi akan tetapi untuk memperoleh kebahagiaan.“Kebahagiaan ternyata tidak hanya dipengaruhi oleh faktor kekayaan materi, akan tetapi yang lain, yaitu spiritualitas. Ada banyak orang kaya yang tidak bahagia, karena untuk makan saja harus dibatasi karena sakit yang diderita. Apalah artinya kekayaan, jika untuk makan saja harus berpantang banyak hal,”tutur Prof Nur. Islam, imbuhnya,mengajarkan bahwa kebahagiaan itu bukan hanya di dunia sekarang ini akan tetapi juga di akherat kelak, saidun fiddaraini, saidun fiddunya wa saidun fil akhirat.

Dunia sekarang ini sedang di dalam keadaan “sekarat” dengan sistem ekonomi liberal ini. Terbukti bahwa dunia barat sedang berada di dalam krisis ekonomi dan hal itu tentu akan bisa membawa kepada krisis global, jika tidak bisa memanej perkembangan ekonomi yang sedang berada di dalam nuansa krisis ini.Makanya muncullah pemikiran untuk mempertahankan sistem kapitalisme sebagai sistem ekonomi yang masih hebat: “How Capitalism save Us”. Selanjutnya Prof Nur Syam memaparkan problem Indonesia terkait dengan ekonomi, yang tentu tidak bisa dipisahkan dengan perkembangan ekonomi global. Artinya, bahwa ada saling ketergantungan.“Indonesia dewasa ini juga berkembang lebih jelas ke sistem ekonomi liberal atau mungkin neoliberal. Gerakan privatisasi yang tidak bisa dihentikan adalah salah satu buktinya. Jika di Cuba terjadi nasionalisasi perusahaan asing, maka di Indonesia justru gencar mengembangkan privatisasi,” tuturnya. Kemudian juga impor barang secara bebas. Coba bayangkan bagaimana negara dengan pantai terbesar di dunia dengan hasil garam yang melimpah harus mengimpor garam dari negara lain. Bahkan gula dan kentang pun diimpor. Sebagai negara agraris, maka Indonesia juga penghasil kentang dengan kualitas yang baik.

Akan tetapi harus mengimpor kentang dari Cina karena perdagangan bebas. Jadi negara tidak bisa melindungi warganya untuk hidup sejahtera dengan menjual barang produksinya. Ada daging impor, apel impor, anggur impor dan seterusnya yang semuanya bisa merusak produk dalam negeri.Sungguh aneh bin ajaib. Oleh karena itu, sebagai benteng pertahanan umat Muslim,dikembangkanlah ekonomi pesantren. Sejak tahun 1980-an,melalui Pusat Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M),dunia pesantren memperoleh tambahan fungsi baru. Selama ini pesantren dikenal memiliki fungsi sebagai sumber pengetahuan keislaman dan sumber spiritualitas Islam. Dan peran ini telah dimainkan semenjak pesantren menjadi institusi sosial yang berpengaruh di negeri ini.Tetapi kemudian memperoleh sentuhan baru, yaitu sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.Maka banyak pesantren yang dijadikan sebagai uji coba untuk program pemberdayaan masyarakat.Kita kenal beberapa pesantren, misalnya Pesantren Darul Falah Bogor, Pesantren Pabelan Magelang, Pesantren Kajen Pati, Pesantren Langitan Tuban, Pesantren An-Nuqayah Sumenep, dan sebagainya yang dijadikan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Hiruk pikuk pemberdayaan masyarakat kemudian menjadi luar biasa di dunia pesantren.Kemudian, lanjut Prof Nur Syam, di era 2000-an, pesantren memperoleh tambahan fungsi baru lagi yaitu sebagai pusat pengembangan ekonomi kerakyatan. Maka muncullah pesantren dengan ciri khasnya mengembangkan koperasi,seperti Pesantren Sidogiri Pasuruan, dan lainnya.Hal ini menandai bahwa dunia pesantren sesungguhnya tidak sepi dari inovasi yang terus menerus dilakukan. Dan hal ini juga menandakan bahwa dunia pesantren memiliki respon yang sangat tinggi terhadap perubahan zaman. Jadi, sesungguhnya pesantren adalah lembaga sosial dan pendidikan yang dapat menjadi pilar pemberdayaan masyarakat terutama di era yang akan datang.

Dukung Ekonomi Pesantren

Seperti dilansir Kantor Berita Antara, Kementerian Agama dan Bank Indonesia akan terus mematangkan rencana implementasi kerjasama pengembangan ekonomi pondok pesantren sebagai tindaklanjut dari penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Gubernur Bank Indonesia Agus D Martowardojo di Surabaya pada November 2014. “Pesantren telah siap dengan data dan berbagai potensinya yang ingin dikembangkan,” kata Pelaksana Subdit Pendidikan Pesantren pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Islam Kemenag, Mohammad Zen kepada pers di Jakarta, 26 Maret 2015.Menurut Mohammad Zen,pernyataan itu dikemukakan oleh Direktur Pendidikan Diniyyah dan Pondok Pesantren Ditjen Pendidikan Islam Kemenag Dr H Mohsen usai bertemu dengan Direktur Pengembangan Akses Keuangan dan UMKM Bank Indonesia Yunita Resmi Sari di Jakarta pada 24 Maret 2015. Dr Mohsen juga menjelaskan,pesantren memiliki peran strategis dalam mendorong ketahanan pangan dan pengembangan bisnis syariah,karena pada umumnya pesantren bergerak di sektor pertanian dengan menerapkan prinsipprinsip syariah. Sebagian besar pesantren bahkan merupakan pusat ekonomi desa yang berperan dalam pengembangan riil aktivitas ekonomi syariah,sehingga pesantren dapat berperan sebagai model pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Di sisi lain lulusan pesantren berpotensi menjadi wirausahawan,khususnya di sektor pertanian.

Dua Model Ekonomi

Dalam kaitan itu, menurut Direktur Pengembangan Akses Keuangan dan UMKM Bank Indonesia, pihaknya kini tengah mendata pondok pesantren yang akan dijadikan sasaran pengembangan serta mengidentifikasi bagaimana model bisnisnya.Dari dua pesantren yang sudah dikunjunginya, ternyata pesantren memiliki model bisnis yang berbeda. Ada pesantren yang berbisnis dari, oleh, dan untuk komunitas pesantren sendiri, namun ada juga yang memberikan layanan untuk masyarakat lain, bahkan mengembangkan bisnis sampai ke luar negeri. Dikatakannya, Bank Indonesia tertarik untuk mendorong pengembangan ekonomi syariah melalui pemberdayaan ekonomi pondok pesantren sesuai misinya untuk menjaga stabilitas moneter. Karenanya sasaran pengembangan program diarahkan untuk mendorong ketahanan pangan melalui peningkatan kewirausahaan santri dan kemandirian ekonomi pondok pesantren dengan tujuan meningkatkan kapabilitas dan keterampilan lembaga pondok pesantren untuk mendukung keberlanjutan kemandirian ekonomi. Tujuan lainnya adalah mendukung peningkatan kemampuan kewirausahaan di lembaga pondok pesantren serta menjadikan santri dan alumni pesantren sebagai pionir wirausaha di masyarakat.

DAQUTAMA | Kemandirian Ekonomi Pesantren
DAQUTAMA
Social Business untuk Kemandirian Aktivitas Dakwah
 Share       

" Untuk mendukung aktivitas dakwah dan pemuliaan Al-Qur’an dalam jangka panjang, Daarul Qur’an mulai membangun unitunit Social Business yang bertujuan untuk menyokong kemandirian aktivitas dakwah berbasis pemuliaan Al Qur’an ".

Unit-unit tersebut dikelola di bawah holding Daqu Bisnis Nusantara (DBN). Bagaimana perjalanan DBN hingga membawahi lebih duapuluh unit usaha? Berikut wawancara Mahfudz Fauzi dari Majalah Daqu dengan Muhammad Zuzali MM, Direktur Ekskutif DBN Daarul Quran.

Bagaimana perjalanan DBN sejauh ini dalam menopang kemandirian pesantren?

Bisnis di pesantren ini adalah bisnis yang real. Ada demand maka ada supply. Komunitas pesantren selalu menjadi pasar yang sangat menarik buat banyak orang. Dalam periode tahun 2015-2016 kita memulai dengan pengelolaan yang lebih profesional, transparan,dan akuntabel. Kemudian sistem kita buat, sehingga kita bisa membaca besar keuntungan dan juga berapa beban yang harus kita berikan kepada pihak ketiga yang menjadi partner bisnis kita.Tahun 2015 alhamdulillah kita sudah punya sekitar 25 unit bisnis yang tersebar di seluruh pesantren Daarul Quran dari Pusat hingga Lampung, Ungaran, Cimanggis,dan Cikarang. Dan insya Allah akan kita kembangkan di BNR Bogor serta Hotel Siti yang menjadi Sekolah Shigor. Secara keseluruhan insya Allah ke depan DBN bisa jadi pilar ekonomi pesantren baik pembiayaan maupun pengadaan barang.

Apa saja kebutuhan pokok pesantren yang dilayani DBN?

Ada 3 elemen yakni Daqu Mart,kantin, dan laundry. Semua unit ini tersedia di seluruh pesantren Daqu. Dengan demikian, uang warga pesantren berputar untuk kemaslahatan pesantren juga.Dalam menyediakan kebutuhan dapur pesantren, DBN bekerjasama dengan Daqu Agro Techno seperti pengadaan ayam, beras, dan sayur-mayur.DBN ini supporting untuk pesantren, jadi dia tidak bisa bergerak sendiri tanpa ada masukan-masukan dari para stekholder: santri, pengasuhan, dan yayasan. Kita berusaha untuk memenuhi kebutuhan santri dari A sampe Z.

Seperti apa bentuk kemandirianpesantren yang diharapkan?

Kemandirian pesantren itu bisa direalissikan dengan beberapa langkah kongkret. Pertama,memaksimalkan potensi bisnis yang ada di pesantren. Kedua, membuat sitem ekonomi protektif dimana seluruh warga pesantren mewajibkan diri melakukan transaksi bisnis di unit pesantren demi memajukan almamater mereka. Dengan demikian, maka potensi bisnis di pesantren tidak akan kemanamana, semua keuntungannya akan buat pesantren dan Yayasan Daarul Quran yang menaunginya.Melalui sistem proteksi, bukan berarti kita menutup diri. Asal memenuhi standar kualitas produk dengan sistem bagi hasil, pegawai juga bisa mensuplay barang. Mislanya ada satpam kita yang menaruh barang ke unit bisnis kantin. Karyawan lain juga ada yang menyuplai barangbarang jajanan untuk santri. Jadi kita memfasilitasi karyawan dan masyarakat sekitar pesantren untuk meningkatkan usaha.Dengan demikian, eksistensi pesantren memiliki dampak ekonomi positif bagi karyawan maupun masyarakat sekitar. Proteksi juga untuk melindungi keamanan warga pesantren agar dapat mengonsumsi kebutuhan yang ramah kesehatan dan lingkungan.Inti dari ekonomi protektif adalah kita menstimulasi unitunitusaha untuk memenuhi kebutuhan pesantren. DBN dalam hal ini bertindak sebagai fasilitator dengan sistem yang berazas transparan, profesional, dan akuntabel.

Apa saja target DBN dan sudahkah tercapai?

Tahun 2015 kita sudah melampau target. Lima tahun ke depan target meningkatkan keuntungan pesantren guna membantu bidang pendidikan dan pembangunan pesantren.Yayasan memiliki dream membangun 100 pesantren. Saat ini saja ada 5 pesantren terdapat 20-an unit bisnis. Coba bayangkan jika 100 pesantren di kali 10 unit bisnis, maka ada 1000 unit bisnis kita dan ini akan berimbas positif terhadap pembangunan pesantren. Tentu saja ini akan terwujud jika didukung seluruh warga pesantren. Caranya, meminjam kata-kata dalam sebuah iklan di televisi: Cintailah produkproduk yang disediakan DBN di pesantren.

DAQUTAMA | Social Business untuk Kemandirian Aktivitas Dakwah
DAQUTAMA
Peran Daqu Agro Indonesia dalam Pengembangan Pertanian Berkelanjutan  
 Share       

" Sektor pertanian memiliki peranan penting di Indonesia karena sektor pertanian mampu menyediakan lapangan kerja, mampu mendukung sektor industri baik industri hulu maupun industri hilir, mampu menyediakan keragaman menu pangan dan karenanya sektor pertanian sangat mempengaruhi konsumsi dan gizi masyarakat ".

Hal ini ditunjukkan oleh besarnya kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) terutama pada masa kirisis ekonomi yang dialami Indonesia, satusatunya sektor yang menjadi penyelamat perekonomian Indonesia pada tahun 1997-1998 hanyalah sektor agribisnis,dimana agribisnis memiliki pertumbuhan yang positif.Peranan agribisnis sektor pertanian misalnya dalam penyediaan bahan pangan.Ketersediaan berbagai ragam dan kualitas pangan dalam jumlah pada waktu dan tempat yang terjangkau masyarakat merupakan prasyarat penting bagi keberhasilan pembangunan di Indonesia.Sejarah modern Indonesia menunjukkan bahwa krisis pangan secara langsung mempengaruhi kondisi sosial, politik, dan keamanan nasional.Pada dasarnya tidak perlu diragukan lagi, bahwa pembangunan ekonomi yang berbasiskan kepada sektor pertanian (agribisnis), telah memberikan bukti dan peranan yang cukup besar dalam pembangunan perekonomian bangsa, dan tentunya lebih dari itu.

Pembangunan pertanian tidak terlepas dari pengembangan kawasan pedesaan yang menempatkan pertanian sebagai penggerak utama perekonomian. Lahan, potensi tenaga kerja, dan basis ekonomi lokal pedesaan menjadi faktor utama pengembangan pertanian.Saat ini disadari bahwa pembangunan pertanian tidak saja bertumpu di desa tetapi juga diperlukan integrasi dengan kawasan dan dukungan sarana serta prasarana yang tidak saja berada di pedesaan. Struktur perekonomian wilayah merupakan faktor dasar yang membedakan suatu wilayah dengan wilayah lainnya,perbedaan tersebut sangat erat kaitannya dengan kondisi dan potensi suatu wilayah dari segi fisik lingkungan, sosial ekonomi dan kelembagaan.Alhamdulillah, Daqu Agrotechno yang merupakan Lembaga Otonom dari Daarul Quran, memiliki visi misi dan konsen di bidang pertanian yang berkelanjutan sebagai sebuah alternatif dalam mengangkat kesejahteraan masyarakat marginal di pedesaan. Konsep pertanian yang berkelanjutan dapat diwujudkan dengan perencanaan wilayah yang berbasiskan sumberdaya alam yang ada di suatu wilayah tertentu.Pengembangan sektor agribisnis di masa depan, khususnya menghadapi era globalisasi, akan menghadapi sejumlah tantangan besar yang bersumber dari tuntutan pembangunan ekonomi domestik, perubahan lingkungan ekonomi Interansional, baik karena pengaruh liberalisasi ekonomi maupun karena perubahanperubahan fundamental dalam pasar produk agribisnis internasional.

Sektor agribisnis mempunyai peranan penting didalam pembangunan. Ada lima peran penting dari sektor pertanian dalam kontribusi pembangunan ekonomi antara lain meningkatkan produksi pangan untuk konsumsi domestik, penyedia tenaga kerja terbesar, memperbesar pasar untuk industri,meningkatkan supply uang tabungan dan meningkatkan devisa. Sampai saat ini, peranan sektor pertanian di Indonesia begitu besar dalam mendukung pemenuhan pangan dan memberikan lapangan kerja bagi rumah tangga petani.Tahun 2003, sektor pertanian mampu mempekerjakan 42 juta orang atau 46,26 persen dari penduduk yang bekerja secara keseluruhan. Pertanian sangat berperan dalam pembangunan suatu daerah dan dengan adanya lembaga Daqu Agro Indonesia harapannya mampu menjadi lembaga pertanian bekelanjutan yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi penduduk, sebagai sumber pendapatan, sebagai sarana untuk berusaha, serta sebagai sarana untuk dapat merubah nasib ke arah yang lebih baik lagi bagi petani, dan masyarakat umumnya dengan menyisipkan nilai-nilai Daarul Quran. Nilainilai Daarul Quran adalah penyebaran nilai-nilai baik yang terkandung dalam Al-Quran. Mudah-mudahan dan mohon doanya agar Daqu Agro Indonesia memiliki peranan aktif dalam pertanian/agribisnis tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan ekonomi petani dengan cara pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Aamiin.

DAQUTAMA | Peran Daqu Agro Indonesia dalam Pengembangan Pertanian Berkelanjutan  
DAQUTAMA
DAQU AGROTECHNO Sustainable Agriculture For Living
 Share       

Visi dan Misi

Visi

Mewujudkan usaha pertanian berkelanjutan bersama masyarakat yang berorientasi pada social entrepreneurship dalam mendukung kegiatan Daarul Quran

Misi

1. Membangun sistem pertanian berkelanjutan yang dapat dilihat dan dipelajari oleh masyarakat, serta dapat mencetak satu juta hektar sawah atau kebun

2. Menyediakan logistic yang layak dan sehat bagi pesantren Daarul Quran

3. Bekerja sama dan meningkatkan kapasitas pengetahuan, sikap dan keterampilan mitraDaqu Agrotechno

4. Mengelola usaha di bidang pertanian dengan mengedepankan pertumbuhan, keberlangsungan dan keberkahan bagi masyarakat.

5. Menumbuhkan jiwa kewirausahaan(enterpreneurship) di bidang pertanian dan turunannya.

Sekilas Tentang Daqu Agrotechno

Sebagai lembaga yang fokus dalam pengembangan pendidikan Tahfizh quran, Daarul Quran juga ingin memberi manfaat bagi masyarakat dalam aspek lain, salah satunya aspek pertanian. Oleh karena itu, didirikanlah lembaga Daqu Agrotechno sebagai lembaga otonom Daarul Quran yang akan mengelola pertanian sebagai aktivitas pengembangan ekonomi, pemberdayaan dan pendidikan pertanian. Kegiatan pertanian Daqu Agrotechno akan menjadi model pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis pertanian berkelanjutan,dimana model tersebut bisa menjadi pusat informasi dan edukasi pertanian bagi masyarakat. Daqu Agrotechno akan memperkuat isu pembangunan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian. Di tataran strategis untuk jangka panjang, Daqu Agrotechno akan mengusung model program pertanian berkelanjutan sebagai sebuah alternatif dalam mengangkat kesejahteraan masyarakat marginal di pedesaan.

Model Pengembangan Ekonomi Pertanian

Model pengembangan ekonomi pertanian yang akan dibangun oleh Daqu Agrotechno memiliki sifat sebagai berikut:

1. Bidang usaha yang akan dikembangkan adalah di bidang pertanian dalam arti luas yang mencakup pertanian, peternakan,perkebunan dan perikanan.

2. Penerima manfaat program diperuntukkan bagi: santri, masyarakat sekitar pesantren,masyarakat binaan dan masyarakat umum.

3. Model usaha dikembangkan mengacu pada konsep Social Entrepreneurship, yaitu usaha yang sebagian keuntungannya akan dikembalikan untuk kemaslahatan masyarakat dalam bentuk kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan pesantren Daarul Quran.

Program

1. Daqu Agrotechno Training Center

Tampat yang berlokasi di Kadudampit,Sukabumi, ini merupakan pusat pengembangan dan pelatihan pertanian terpadu yang mengedepankan teknologi ramah lingkungan, sekaligus menjadi tempat wisata agro dan religi.

2. Klaster Pertanian Terpadu (KPT)

Selain membangun training center, Daqu Agrotechno pun melaksanakan program Pertanian Terpadu di beberapa klaster,diantaranya Klaster Pertanian Terpadu (KPT) Semarang dan Lampung. KPT ini dikembangkan di lingkungan Pesantren Daarul Quran dengan mengintegrasikan pertanian pertanian dan pendidikan.

3. Pusat Pengembangan dan Pelatihan Jamur Tiram (P3JT)

P3JT ini merupakan sentra kegiatan budidaya dan pelatihan jamur tiram yang terletak di kawasan puncak, Ciloto, Cianjur. Dalam kegiatannya, P3JT senantiasa melibatkan dan memberdayakan masyarakat sekitar. Selain itu, akan dibangun pula RumahTahfizh di sekitar P3JT sebagai bentuk pendidikan ahlak dan Al-Quran terhadap masyarakaat sekitar.

4. Program Pengembangan Hidroponik

Daqu Agrotechno mengembangkan teknologi hidroponik sebagai model budidaya tanaman hortikultura (sayuran). Dengan teknologi ini, sayuran yang dihasilkan berupa sayuran sehaat, bersih dan bebas residu pestisida. Teknologi yang digunakan adalah Teknoloi Hidroponik Sistem Terapung (THST). Keunggulannya adalah hemat energy karena tidak menggunakan listrik; dan hemat tenaga kerja karena tidak membutuhkan banyak tenaga perawatan; serta penggunaan input yang efektif dan efisien.

5. Program Sepuluh Ribu Hektar Sawit

Pengelolaan kebun sawit sebagai upaya Daarul Quran dalam mendukung rencana pengembangan pesantren di Indonesia. Hasil penanaman sawit untuk mendanai beasiswa santri penghafal al-quran. Kini, telah dimulai dengan mengelola sawit 1000 hektar di Mamuju dan 30 hektar di Jambi.

6. Program Sepuluh Ribu Hektar Jabon

Tidak semua santri mampu membiayai pendidikannya. Oleh karena itu, kepedulian terhadap santri penghafal al-Quran membuat kami membuat program ini. Sama seperti halnya Program 10.000 Hektar Pohon Sawit, hasil penanaman pohon ini akan disalurkan untuk beasiswa santri penghafal Al- Quran.

7. Agrotech Logistic

Dengan moto “memberi yang terbaik untuk santri”, Agrotech Logistic berusaha menyediakan makanan yang sehat dan berkualitas untuk para santri. Agrotech Logistic telah menyuplai puluhan ton beras sehat per bulannya. Selain penyedia logistic untuk santri,Agrotech Logistic akan bekerja sama dengan perusahaanperusahaan untuk penyediaan beras untuk karyawan.

8. Program Peternakan

Program peternakan ini akan dipusatkan pengembangannya di Daqu Agrotechno Training Center Sukabumi. Selaain itu, Daqu Agrotechno akan melakukan pembinaan dan kemitraan dengan peternak di Indonesia, terutama untuk memenuhi kebutuhan hewan qurban dan akikah

9. Pengelolaan Lahan Sedekahdan Wakaf

Lahan pertanian yang telah diwakafkan kepada Daarul Quran akan dikelola oleh Daqu Agrotechno agar lahan tersebut menjadi lebih produktif dan bisa lebih banyak memberi manfaat kepada masyarakat.

DAQUTAMA | DAQU AGROTECHNO Sustainable Agriculture For Living
(962) views
AJIB
Sri Menebus Masa Lalu
 Share       

" Galau Sri Pujiati tiba di titik nadir. Maka, di sebuah persimpangan jalan di Kecamatan Mundu, Cirebon, ia bertekad mengakhiri hidup. Begitu sebuah bus melintas, ia bermaksud menabrakkan diri kepadanya ".

Namun, pada detik-detik menjelang maut,langkah Sri tertahan. Tangan seorang tukang becak tua tibatiba membetot lengannya.Gadis SMP itupun urung menubruk moncong bus.“Enak dong Neng, sudah tahu matinya kapan. Kalau Mamang belum tahu matinya kapan. Mestinya Neng bersyukur,” kata si abang becak. “Kok, bersyukur Mang?” Sri tak mengerti maksud sindiran tukang becak. “Mamang ini Neng,meski sudah seumur ini, nggak tahu matinya kapan. Makanya, nggak selalu bersiap-siap. Tapi, dengan coba bunuh diri tadi, berarti kamu sudah tahu kapan akan mati.Makanya, kalau sudah tahu, mending bersiap saja jadi orang yang bener. Jadi, matinya tahun depan saja, jangan sekarang,”tutur mamang penarik becak, sambil melepas Sri untuk pulang ke rumah naik angkot.Sri remaja saat itu belum paham maksud Mamang. “Setelah setahun kemudian, saya baru menyadari apa yang dikatakan oleh si mamang becak itu,” kenang Sri,yang mengaku sempat mencari tukang becak tadi namun tidak ketemu. Sri pikir, jangan-jangan orang itu malaikat yang menyaru jadi manusia.Masak, tukang becak kok bicaranya “dalam” banget. Sri memang merasa bekal untuk matinya masih kurang. Maklum, ia tumbuh dalam kondisi yang kurang baik.“Saya ini istilahnya besar di jalanan,” warga Cirebon kelahiran 22 November 1963 itu mengawali penuturannya. Ya, ayahnya yang pejabat polisi di kecamatan, memang menyuruhnya masuk madrasah, lalu masuk pesantren. “Tapi ya sebatas itu saja, setelahnya terserah masing-masing,” katanya. Maka, Sri mengingatkan anak-anak jaman sekarang, harus banyak bersyukur bila punya orangtua yang “cerewet”; Nyuruh shalat, nyuruh ngaji, belajar. “Itu tandanya perhatian, tanda sayang,” tandasnya.

Sri selalu hidup terpisah dari orangtuanya. “Saya keluar pagi pulang sore, karena di rumah cuma ada nenek. Kakak pada nggak ada. Saya anak cewek satu-satunya di keluarga. Prinsip saya waktu itu, saya tak mau keluar malam. Karena kalau saya keluar selangkah, maka adik saya akan keluar dua langkah,” kenang Sri. Salah satu memori pahitnya, suatu malam kakak dia pulang dalam keadaan mabuk. Si kakak muntah, dan Sri yang membersihkan kotoran muntahannya. Dengan didikan ayah dan kakaknya, karakter Sri pun jadi keras. “Kakak saya membentuk saya seperti laki-laki,” katanya. Jadi, kalau Sri menangis, kakaknya malah meledek, “Kayak anak perempuan saja!” Jika Sri pulang dari bermain sambil menangis, kakaknya akan tanya, “Nangis sama siapa?” “Sama si A,” jawab Sri. Maka sang kakak memberinya pentungan sambil berpesan, “Pukul anak itu pakai ini di depan orangtuanya.” “Bapak saya menghukum anak laki-laki dan perempuan, sama. Saya sampai trauma dengan ruangan kecil dan lapangan besar. Karena saya kalau dihukum dimasukkan ruang sempit, dan diancam dimasukkan ke tentara yang suka saya lihat latihan keras di lapangan,” kenang Sri tentang ayahnya, almarhum Sadji Abdurahman.

Tak ayal, Sri Pujiati jadi remaja putri tomboy. Sampai kemudian sebuah musibah menimpanya tatkala masih duduk di bangku SMP kelas 2. Saat itu, ia ikut main bola di lapangan kecamatan dengan kaum laki-laki. Dalam sebuah perebutan bola, Sri terjungkal dan mengenai podium upacara yang terbuat dari beton disemen. “Saya waktu itu tidak sampai pingsan, masih sadar. Tapi saya muntah-muntah,” kata Sri sambil menambahkan bahwa ia menolak ketika hendak dibawa ke rumah sakit. Padahal, waktu itu pusingnya tujuh keliling. Sejak saat itu, ada yang berubah dari Sri. Konon, ia mengalami gegar otak ringan. “Separuh badan saya kebal, dicubit tidak terasa. Ketahuan kalau saya potong kuku dan berdarah, tidak sakit,” ujarnya. Dengan kondisinya itu, Sri semakin bermasalah. Ia mengerjai orang lain, termasuk gurunya. Misalnya saat praktik memasak. Ketika mencicipi masakan, menurut gurunya sudah cukup rasa bumbunya. Namun, Sri ngeyel. “Nggak ada rasanya gini kok, Bu!” cetus Sri yang separuh lidahnya memang mati rasa. Sri lalu dipanggil kepala sekolah. Di kantor kepsek, ia diberi teh manis hangat dan disuruh meminumnya. “Nggak manis, Pak!” kata Sri, yang membuat kepala sekolah terhenyak. “Aduh Neng, padahal teh ini manis lho...”

Besoknya, kepala sekolah melapor ke ayah Sri. “Bapak saya bingung, anaknay dibilang sakit padahal badannya gemuk,” kata Sri. Namun kakak saya membenarkan bahwa saya memang ada kelainan, yaitu suka menjedotkan kepala ke tembok. Sri lalu dibawa ke RS Gunung Djati, Cirebon. Setelah memeriksanya, dokter bilang, “Ini sudah parah, saraf motorik sudah nggak berfungsi.” Selanjutnya Sri dirujuk ke Bandung. Dia harus dioperasi bedah otak dengan resiko tinggi atas keselamatannya. Bahkan Sri diperkirakan hanya akan dua tahun bertahan hidup. Namun jelang operasi, ayah Sri berubah pikiran. “Daripada anak saya mati di meja operasi, biarlah mati di rumah saja,” katanya. Sri yang ketika itu kelas 3 SMP, lalu menempuh rawat jalan dengan suntikan morfin untuk membuatnya tenang. “Sebenarnya, rekomendasi dokter saya tidak boleh sekolah, karena akan makin tidak terkontrol. Tapi saya ngotot sekolah meski harus sering pingsan di sekolah,” papar Sri yang harus mengonsumsi morfin dan valium dengan dosis semakin naik sampai dia kuliah. Setelah gagal bunuh diri sewaktu SMP, Sri kalau ingat mati selalu menjerit sekeraskerasnya. Beruntung guru agama dia di SMU selalu mengingatkan. “Mati itu bukan akhir segalanya, tapi justru awal kehidupan abadi. Maka, jadilah anak yang baik dan shalihah,” tutur guru bijak tersebut.

Masuk dunia kampus Sri semakin liar, meskipun sudah mengenakan kerudung sejak 1983. Misalnya, ia bukan sekadar pemakai, tapi juga penjual narkoba. Dia tak sungkan berteman dengan pelacur dan preman terminal. “Tapi saya selalu menjaga kehormatan saya,” tandas putri Ny Umamah. Setelah itu Sri merasa kena tegur lagi oleh Allah SWT. Saat naik angkot, mengalami kecelakaan. Sri yang duduk di ujung, kepalanya terbentur. Akibatnya, syaraf keseimbangan dia terganggu. “Saya jadi nggak bisa berjalan lurus, dan kondisi itu berlangsung selama tiga bulan.” Belum cukup sampai di situ, Sri kembali mendapat celaka hingga pinggangnya patah. Namun, ajaibnya, ia lalu sembuh dan bisa berjalan. Meskipun kadang sakitnya kumat dan sebagian anggota tubuhnya kaku. Hingga kemudian Sri mulai tertarik menyimak dakwah Ustadz Yusuf Mansur. Ia mengaku sangat terkesan dengan buku tentang Ustadz Yusuf yang ditulis oleh Ustadz Ahmad Jameel, Anwar Sani, dan Tarmizi. “Alhamdulillah, akhirnya saya bisa bertemu Ustadz Yusuf Mansur, meskipun dalam perjumpaan pertama itu saya belum ngobrol langsung. Saya terobsesi dengan pengalaman Ustadz. Saya mendoakan beliau panjang umur, karena saya ingin belajar terus dari beliau,” ungkap Sri, yang menilai Ustadz Yusuf sosok sederhana. Ibu dari Bagus Arif, Dzikri Adi, dan Mochammad Fauzi, ini kemudian mengajak suaminya, Mochamad Dadang Hidayat (57), untuk menemui pengurus Yayasan Daarul Qur’an. Ia bermaksud menyedekahkan sebuah rumahnya di Lemah Abang, Cirebon, untuk dijadikan Rumah Tahfizh. “Saya ingin di rumah ini ada kolam dan toko yang bermanfaat. Saya juga ingin punya pondok. Saya ingin meninggal di tengah anak-anak yatim,” harap Sri yang saat ini mengurus lima anak yatim.

AJIB | Sri Menebus Masa Lalu
INSPIRASI
Ibarat Antena dan TV
 Share       

Dua hari kami menunggui anak kami, Muhammad Fatih, berkemas di kamar pesantren. Hari pertama kami sibuk menempuh prosedur pendaftaran santri baru. Mulai dari mengisi formulir, mengukur seragam, periksa kesehatan, dll. Namun, kami sangat menikmati prosesnya. Walau kami juga kenal dengan pengurus Pesantren Gontor karena ada kerjasama antara Pesantren Daarul Qur’an. Tetap saja kami melalui jalur normal, nggak ada dispensasi untuk mendaaptkan kemudahan masuk, tidak ada keistimewaan, semua sama....

Itulah justru yang membuat kami semangat, membuat kami belajar juga agar system yang sudah bagus ini dapat diterapkan di Pesantren Daarul Qur’an. Mungkin agak berbeda dengan Gontor bahwa Daarul Quran adalah pesantren yang umurnya masih seumur jagung. Namun kata Ustaz Yusuf Mansur, Daarul Quran ini besarnya melebihi umurnya, karena perkembangannya yang begitu cepat. Ini karena Utaz Yusuf sebagai pimpinan tertinggi melakukan percepatan dalam memajukan pesantren. Modalnya nekat dan berani, serta kepasrahan total kepada Allah SWT. Maka sistem pesantren terus kami sempurnakan. Insya Allah.

Kami juga sibuk dengan memenuhi kebutuhan sarana prasarana yang akan menunjang Mas Fatih selama mondok di Gontor, Ponorogo. Walau kami sudah menyiapkan bekal dari rumah, namun masih ada aja yang kurang. “Mama beliin gayung, ember, sabun. Oya gembok sama kertas untuk hias lemari,” rengek Fatih. “Siap, Mama sama Papa akan beliin, apalagi?” kata istri dengan sabar. “Apalagi ya...,” Mas faith berpikir. “Jajan...?” tebak ibunya. “Ya bener, jajan, Fatih laper, he he...” Setelah semua kebutuhan terpenuhi, kami harus mencari akal bagaimana caranya agar property Mas Fatih masuk almari semua. Sebab, nggak boleh ada barang yang ditaruh di atas lemari. Peraturannya, jika ada barang di taruh di atas lemari maka akan dibuang. Hal itu menjadikan para santri berfikir keras bagaimana dengan tempat yang kecil itu semua barang bisa masuk termasuk baju, buku, kitab, sepatu, sendal, sabun, makanan dll.

Wah, di sini saja sudah menjadi pelajaran bagaimana menajemen lemarai, belajar menata. Mungkin saat di rumah karena ada pembantu semuanya yang nataain pembantu, jika perlu sesuatu tinggal teriak saja maka barang yang diinginkan sudah dating sendiri. Di sini semua serba sendiri, nyuci sndiri, jemur sendiri, berantakan nata sendiri, nyari barang nyari sendiri, nyiapin makanan sendiri. Inilah proses belajar, proses pendawasaan, proses menuju mandiri. Setelah semua urusan Mas Fatih beres, maka kami berpamitan kepada pimpinan pesantren yaitu Ustaz Husni dan Nyai. Beliau berpesan: “ Udah ikhlasin aja, nggak usah banyak dipikirin.” “ Insya Allah ustadz, mohon bimbingannya buat anak saya,” jawab saya. “ Iya, insya Allah.” “ Mohon doa buat Fatih ya Taz.” “ Insya Allah akan jadi orang, asal Fatih nurut sama para assatidz,” tandas beliau. “ Kalau Fatihnya nakal silahkan dijewer saja Tadz,” kata saya.

Kami sami’na wa’ato’na. Sekaligus kami mohon doa agar Fatih betah di sana. Amiiin. Dan bisa memperoleh banyak ilmu di sini. Sengaja saya berpesan kalau nakal silahkan dijewer aja, sebagai bukti penyerahan proses belajar dipesantren. Dipesantren orang tua harus menyerahkan penuh proses pembelajaran, proses menuju kemandirian, sehingga pesantren dapat menjalankan fungsinya dengan sebaikbaiknya. Tentu kalimat yang sama buat para santri-santri Daarul Qur’an yang para orangtuanya menitipkan anak-anaknya di sana. Insya Allah proses belajar sedang berlangsung, maka orangtua lebih baik banyak mendoakannya; Jangan banyak protesnya, jangan banyak nyelanya, jangan banyak nuntutnya, jangan banyak ngadunya. Jangan banyak protesnya.

Semua orangtua tentu sangat mengharapkan pendidikan terbaik buat anakanaknya. Namun jika kita sudah mempercayakan kepada pesantren maka sistem yang ada harus dijalankan, semuanya adalah niat baik untuk memberikan bekal kepada para santri. Kadang santri harus dimarahin, kadang harus dihukum, kadang juga harus dipuji atau diberikan reward. Proses sedang berjalan. Ikhlaskan dengan doa agar anak-anak kita mendapat ilmu terbaik selama mereka nyantren sehingga nantinya akan menjadi orang-orang baik, jika jadi pemimpian maka akan memimpin dengan hati, jika jadi pejabat maka akan memikirkan banyak orang dari pada mikir buat dirinya sendiri, jika jadi pengusaha tidak akan melupakan Allah dalam setiap langkahnya. Semua teriring ibadah sesuai yang diajarkan di pesantren. Karena kita bukan hanya hidup di dunia akan tetapi kehidupan akan berlanjut di alam kubur dan juga di akherat nanti. Dalam perpisahan kami, Ibu Nyai Gontor berpesan: “Ibu dengan anaknya itu ibarat antena dengan TV. Jika antenenya bermasalah, maka TV akan bermasalah. Maka, antenanya jangan sampai bermasalah, agar TV-nya juga aman,” tuturnya lembut. “ Baik, Bu Nyai,” jawab kami mengerti.

Kami bisa mengkap pesan itu, bahwa jika ibu santri memikirkan anaknya maka anak bisa merasakannya. Jika ibunya kangen maka anaknya pun kangen, jika ibunya gelisah memikirkan anaknya maka si anak pun akan gelisah. Maka pesan beliau ikhlaskan dan doakan. Subhanallah hal ini membuat kami semakin tegar. Doa kami untuk aak kami tercinta, semoga Fatih jadi orang hebat dimasa yang akan datang namun tetap dalam koridor agama, tidak akan melanggar norma-norma agama, akan bisa belajar menjadi pemimpin shingga nanti akan menjadi pemimpin yang dicintai seluruh yang dipimpinnya. Bisa menjadi penggerak perubahan menjadi lebih baik dimasa yang akan datang. Aamiin.

INSPIRASI | Ibarat Antena dan TV
KONSULTASI SYARIAT
Benefit Syawalan
 Share       

Tanya : Asswrwb, Pak Kyai, mengapa kita disunahkan puasa Syawal 6 hari?

Wassalam,

Anto, Bogor.

Jawab: Wa’alaikumsalam Wr Wb, Syawal secara etimologis berasal dari kata syalat an-naqah bi dzanabiha ), yang artinya onta) شالت الناقةُ بذنَبِها betina menaikkan ekornya (Lisan Al-Arab, 11/374). Bulan syawal adalah masa di mana onta betina tidak mau dikawini para pejantan. Ketika didekati pejantan, onta betina mengangkat ekornya tanda menolak untuk kawin. Hal ini oleh budaya Jahiliyah ditafsirkan bahwa Syawal adalah bulan sial. Mereka menjadikan Syawal sebagai bulan pantangan untuk menikah. Setelah Islam datang, tahayul semacam itu kemudian dihilangkan. Hari pertama dari bulan Syawal adalah Idhul Fitri. Itu adalah hari kemenangan dimana dosa-dosa telah diampuni oleh Allah SWT. Di bulan ini, disunnahkan untuk berpuasa selama 6 hari sebagaimana dikatakan oleh Rasulullah: “Jika seseorang selama hidupnya selalu melakukan puasa Ramadhan dan melakukan puasa 6 hari di bulan Syawal laksana ia telah berpuasa selama seumur hidupnya, dan apabila seseorang melakukan puasa Ramadhan dan puasa 6 hari berturut-turut di bulan Syawal laksana ia telah berpuasa setahun penuh.” (HR Muslim dari Abu Ayub al- Anshari).

Imam Ahmad dan An-Nasa’I meriwayatkan dari Tsauban, Nabi saw berwasiat: “Puasa Ramadhan (ganjarannya) sebanding dengan (puasa) sepuluh bulan, sedangkan puasa enam hari (di bulan Syawal, pahalanya) sebanding dengan (puasa) dua bulan, maka itulah bagaikan berpuasa selama setahun penuh.” (HR Ibnu Hibban, Ibnu Khuzimah). Dari Abu Hurairah ra, Nabi berwasiat: “Siapa berpuasa Ramadhan lantas disambung dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia bagaikan telah berpuasa selama setahun.”

Banyak Manfaat

Membiasakan puasa Syawal setelah Ramadhan memiliki banyak manfaat, diantaranya:

Pertama, merupakan pelengkap dan penyempurna pahala dari puasa setahun penuh.

Kedua, Syawal dan Sya’ban bagaikan shalat sunnah rawatib, berfungsi sebagai penyempurna atas kekurangan. Pada hari Kiamat nanti perbuatan perbuatan fardhu akan disempurnakan dengan perbuatan-perbuatan sunnah.

Ketiga, Membiasakan puasa setelah Ramadhan menandakan “kesuksesan” puasa ramadhan, yang ditandai dengan meningkatnya semangat beribadah.

Keempat, Menunjukkan kecintaan pada Ramadhan sebagai bulan pesta ibadah. Orang yang setelah Ramadhan berpuasa bagaikan orang yang cepat-cepat kembali dari pelariannya, yakni orang yang baru lari dari peperangannya fi sabilillah lantas kembali lagi. Sebab tidak sedikit manusia yang berbahagia dengan berlalunya Ramadhan sebab mereka merasa berat, jenuh dan lama berpuasa ramadhan. Barangsiapa merasa demikian maka sulit baginya untuk bersegera kembali melaksanakan puasa, padahal orang yang bersegera kembali melaksanakan puasa ‘Idul Fitri merupakan bukti kecintaannya terhadap ibadah puasa, ia tidak merasa bosan dan berat apalagi benci.

KONSULTASI SYARIAT | Benefit Syawalan
KONSULTASI PENDIDIKAN
Agar Jadi Anak yang Peduli Sesama
 Share       

Tanya : Asswrwb, Ustadz, bagaimana agar anak kita suka peduli dan berbuat baik kepada sesamanya sebagaimana kita inginkan?

Wassalam,

Ny Aminah, Banyuwangi

Jawab : Wa’alaikumsalam Ibu yang shalihah, Seperti dipesankan Nabi Muhammad Saw, bila kita meninggal maka dunia tidak akan “mengikuti” kecuali tiga hal: ilmu yang manfaat, amal jariyah, dan doa anak saleh. Jadi, anak yang saleh adalah investasi akhirat yang luar biasa berharga bagi orangtua.

Peran dan Teladan Ortu

Bagaimana ananda akan saleh, kalau orangtua tidak mendampinginya secara mencukupi dalam belajar kesalehan. Karena itu, peran dan teladan ayah maupun ibu begitu penting dalam perkembangan anak-anak. Itu sebabnya kalau berkunjung ke pesantren, keluarga santri harus menyesuaikan busananya yang menutup aurat. Maksudnya agar “nyambung” dengan materi yang diterima santri selama di pesantren. Hasil penelitian para psikolog perkembangan seperti Jean Piaget, Erik Erikson, Jerome Bruner, dan lain-lain, membenarkan, anak-anak mengalami internalisasi nilainilai dengan pertama-tama mengalami struktur eksternal. Ringkasnya, bocah cilik lebih mudah meniru. Sehingga kalau orangtua ingin agar ananda berbuat baik, maka berilah contoh. Teladan, bukan cuma teori.

Dampak Kartun Anti-sosial

Semua orang tahu, nyaris tidak ada tayangan teve yang tidak mengajarkan sikap antisosial. Menertawakan orang gendut atau cacat, meledek penderitaan orang, obral umpatan, dan seterusnya. Menurut penelitian Sri Andayani (1997) terhadap beberapa film kartun Jepang, seperti Sailor Moon, Dragon Ball, dan Magic Knight Ray Earth, muatan cerita kepahlawanan dalam filmfilm ini justru lebih banyak mengandung adegan antisocial (58,4%) daripada adegan pro-sosial (41,6%). Studi ini menemukan bahwa katagori perlakuan antisocial yang paling sering muncul berturut turut adalah: berkata kasar (38,56%), mencelakakan (28,46%), dan pengejekan (11,44%). Sementara itu katagori prososial, perilaku yang kerapkali muncul adalah kehangatan (17,16%), kesopanan (16,05%), empati (13,43%), dan nasihat 13,06%). Temuan tersebut sejalan dengan temuan YLKI, yang juga mencatat bahwa film kartun bertemakan kepahlawanan lebih banyak menampilkan adegan antisocial (63,51%) dari pada adegan pro-sosial (36,49%). Karena itu, orangtua jangan sampai kehilangan anaknya lantaran “direbut” kotak layar gelas.

Dongeng

Dongeng adalah salah satu sarana baik dalam mengasah pertumbuhan kecerdasan emosi atau empati anak. Khazanah Islam sangat kaya dengan kisah-kisah keteladanan sejak era Nabi Muhammad SAW hingga jaman kiwari.

Tips Menumbuhkan Empati Anak

• Perhatikan dan Ekspresikan Perasaan Anak Lain. Ajak anak-anak jalan-jalan ke alam nyata seperti pasar, sawah, slum. Tunjukkan perjuangan bocah-bocah yang harus berkelahi dengan waktu, seperti penjaja koran, penyemir sepatu, peminta-minta. Katakan pada buah hati Anda, “Masya Allah, lihat anak yang sedang mendorong gerobak sampah itu. Ia tentu lelah sekali. Wajahnya sampai memerah terpanggang matahari. Kalau mampu, dia pasti ingin sekolah seperti kamu.”

• Ungkapkan Perasaan Empati Anda pada Orang Lain. Kalau perlu menagislah di depan anakanak, lalu ceritakan bahwa Anda sedang sedih karena teman Anda kehilangan salah satu anaknya. Selain untuk mengajarkan simpati, cara ini juga mengajak anak mengenali ekspresi kehidupan.

• Seandainya Aku Jadi Dia. Ini lebih dari sekadar mengungkapkan  perasaan orang lain. Anda memposisikan buah hati Anda sebagai anak lain yang sedang menderita. Katakan misalnya, “Coba lihat betapa sedihnya anak itu kehilangan mainan, seperti kamu kemarin menangis karena bonekamu terselip di lemari.”

• Praktik Ringan Tangan. Berikan receh pada anak untuk dimasukkan ke kotak amal di masjid, atau diberikan pada pengamen atau pengemis. Namun ingat, bila Anda membantu tetangga atau saudara, jangan sampai anak-anak Anda dan anak-anak dia me_nyaksikannya. Ini untuk mencegah anak-anak Anda meledek atau merendahkan anak-anak orang tersebut.

 

KONSULTASI PENDIDIKAN | Agar Jadi Anak yang Peduli Sesama
KONSULTASI HALAL
Produk Hewani yang Halal dan Haram
 Share       

“Jangan sembelih satu binatangpun!” sabda Sang Sidharta Gautama, seperti dikutip Journal of America Diet Ethics Associations, 1963. Inilah ajaran Hindu yang melandasi vegetarianisme. Ditafsirkan Mahatma Gandhi yang seorang vegan, “Kita bersalah dalam meniru binatang yang lebih rendah, padahal kita sebenarnya lebih tinggi dari mereka. Pengalaman mengajarkan bahwa makanan daging tidak cocok untuk mereka yang akan mengalahkan nafsunya.”

Situs penganut vegetarianisme (vegan), christiaveg.com, dalam pengantarnya tentang landasan biblikal kaum vegan, menulis: “Jika Yesus menyaksikan pabrik pertanian modern, ia akan menemukan kekeliruan perlakuan yang meluas terhadap binatang, dan dia akan menyesalkan kontribusi pemborosan ini terhadap kerusakan lingkungan dan kelaparan dunia. Kita percaya, dia akan menjadi vegetarian.” Selanjutnya situs ini menunjuk sejumlah dalil vegetarian dalam Injil, misalnya Genesis 1:29- 30, Isa 11:6-9, Matius 6:10, 26; 1 Corinthians 8:13, dan lain-lain. Sejumlah tokoh dunia selain Gandhi, dikabarkan menganut vegetarianisme. Di antaranya: Aristoteles, Plato, Charles Darwin, Leonardo da Vinci, Einstein, Benjamin Franklin, Martin Luther, dan Isaac Newton. Juga Abdul Kalam, presiden muslim India. “Banyak yang menjawab doanya sendiri dengan cara berhenti makan daging,” ucap Henry Ward Beecher. Vegan lain bernama Albert Schweitzer mengatakan, makanan daging tidak sesuai dengan perasaan yang lebih baik atau halus.Jika vegetarianisme mengharamkan daging binatang, bagaimana dengan ajaran Islam?

Hewan Halal

Prof Qurais Shihab dalam satu bukunya menjelaskan, makanan atau tha’am dalam bahasa Al Quran, adalah segala yang dimakan atau dicicipi, termasuk minuman. Qurais juga mengungkapkan, semua ayat yang didahului oleh panggilan mesra Allah untuk ajakan makan, baik yang ditujukan kepada seluruh manusia: Yaa ayyuhan nas; kepada Rasul: Yaa ayyuhar Rasul, maupun kepada orang-orang mukmin: Yaa ayyuhal ladzina amanu, selalu dirangkaikan dengan kata halal dan thayyibah (baik). “Ini menunjukkan bahwa makanan yang terbaik adalah yang memenuhi kedua sifat tersebut,” tulis Qurais dalam Wawasan Al Quran. Berdasarkan ayat “Dia (Allah) menciptakan untuk kamu apa yang ada di bumi seluruhnya” (Al Baqarah: 29), dan “Dan Dia (Allah) yang telah menundukkan untuk kamu segala yang ada di langit dan di bumi semua bersumber dari-Nya” (Al Jatsiyah: 13), para ulama membuat kaidah dasar (ushul) fiqih bahwa “semua makanan pada dasarnya halal, kecuali yang disebut keharamannya.” Secara eksplisit, Qur’an juga menyebut kehalalan sejumlah jenis binatang. Misalnya hewan air laut dan tawar, seperti disebut dalam Surat an Nahl 14: “Dan Dia (Allah) yang menundukkan laut untuk kamu agar kamu dapat memakan darinya daging yang segar (ikan dan sebangsanya).”Bahkan hewan air yang mati dengan sendirinya (bangkai) tetap dibolehkan berdasarkan Surat al Ma idah: 96: “Dihalalkan bagi kamu binatang buruan laut dan makanan yang berasal dari laut, sebagai makanan yang lezat bagi kamu dan orang-orang yang dalam perjalanan.” Buruan laut, maksudnya binatang yang diperoleh dengan mengail, memukat, dan sebagainya, baik dari laut maupun perairan darat. Rasul saw, seperti diriwayatkan Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, dan lainlain melalui Abu Hurairah, menegaskan, “Laut suci airnya dan halal bangkainya.”

Produk Hewani Haram

1. Bangkai. Yaitu hewan yang mati bukan karena disembelih atau diburu. Hukumnya jelas haram dan bahaya yang ditimbulkannya bagi agama dan

badan manusia sangat nyata, sebab pada bangkai terdapat darah yang mengendap sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan. Bangkai ada beberapa macam sbb :

a. Al-Munkhaniqoh yaitu hewan yang mati karena tercekik baik secara sengaja atau tidak.

b. Al-Mauqudhah yaitu hewan yang mati karena dipukul dengan alat/benda keras hingga mati olehnya atau disetrum dengan alat listrik.

c. Al-Mutaraddiyah yaitu hewan yang mati karena jatuh dari tempat tinggi atau jatuh ke dalam sumur sehingga mati.

d. An-Nathihah yaitu hewan yang mati karena ditanduk oleh hewan lainnya (lihat Tafsir Al-Qur’an Al-Adzim 3/22 oleh Imam Ibnu Katsir). Sekalipun bangkai haram hukumnya tetapi ada yang dikecualikan yaitu bangkai ikan dan belalang berdasarkan hadits: “Dari Ibnu Umar berkata: ” Dihalalkan untuk dua bangkai dan dua darah. Adapun dua bangkai yaitu ikan dan belalang, sedang dua darah yaitu hati dan limpa” (Shahih. Lihat Takhrijnya dalam Al-Furqan hal 27 edisi 4/ Th.11) Rasululah juga pernah ditanya tentang air laut, maka beliau berwasiat: “Laut itu suci airnya dan halal bangkainya” (HR Daraqutni: 538).

2. Darah. Yaitu darah yang mengalir sebagaimana dijelaskan dalam ayat lainnya: “Atau darah yang mengalir” (QS. Al-An’Am: 145). Sekalipun darah adalah haram, tetapi ada pengecualian yaitu hati dan limpa berdasarkan hadits Ibnu Umar di atas tadi. Demikian pula sisa-sisa darah yang menempel pada daging atau leher setelah disembelih. Syaikul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan: “Pendapat yang benar, bahwa darah yang diharamkan oleh Allah adalah darah yang mengalir. Adapun sisa darah yang menempel pada daging, maka tidak ada satupun dari kalangan ulama’ yang mengharamkannya”. (Dinukil dari Al-Mulakhas Al-Fiqhi 2/461 oleh Syaikh Dr. Shahih Al- Fauzan).

3. Daging babi. “Diharamkan bagimu makan bangkai, darah, dan babi...” (Al Maidah 3). Juga hadits Nabi yang diriwayatkan dari Jabir ra, bahwa Rasululullah Saw berwasiat, “Allah mengharamkan penjualan (dan pembelian) arak, bangkai dan babi.” Seorang sahabat bertanya, “Ya Rasululullah, bagaimana dengan lemak babi? Lemak babi dapat digunakan untuk mengecat perahu, menghaluskan kulit, dan sebagai alat penerang (pelita)?”. Nabi menegaskan, “ Tidak, ia tetap haram. Allah mengutuk orang-orang Yahudi. Allah mengharamkan mereka makan lemak babi, tetapi mereka mengumpulkannya lalu menjualnya dan makan harganya (hasilnya)” (HR Bukhari, Muslim dan Ashabus Sunan). Menurut pendapat jumhur (mayoritas) ulama, babi najis keseluruhannya tanpa kecuali. Salah satu dasar yang digunakan adalah surat Al An’am ayat 145 yang menyebut kenajisan babi. Pendapat ini pula yang diambil sebagai fatwa MUI pada September 1994, yang menyatakan bahwa haram hukumnya memanfaatkan babi dan unsur-unsurnya.

4. Sembelihan atas nama selain Allah. Misalnya kerbau yang disembelih untuk penunggu jembatan, atau daging ayam untuk sesaji di pohon besar atau tempat yang dikeramatkan.

5. Hewan yang diterkam binatang buas. Yakni hewan yang diterkam oleh harimau, serigala atau anjing lalu dimakan sebagiannya kemudian mati

karenanya, maka hukumnya adalah haram sekalipun darahnya mengalir dan bagian lehernya yang kena. Adapun hewan yang diterkam binatang buas, jika dijumpai masih hidup (bernyawa) seperti kalau tangan dan kakinya masih bergerak atau masih bernafas kemudian disembelih secara syar’i, maka halal karena telah disembelih secara halal.

6. Binatang buas bertaring. Hal ini berdasarkan hadits : “Dari Abu Hurairah dari Nabi saw berwasiat: “Setiap binatang buas yang bertaring adalah haram dimakan” (HR. Muslim no 1933). Imam Al-Baghawi berkata dalam Syarh Sunnah (11/234): “Demikian juga setiap burung yang berkuku tajam seperti burung garuda, elang dan sejenisnya”.

7. Khimar (keledai jinak). Hal ini berdasarkan hadits: “Dari Jabir berkata: “Rasulullah melarang pada perang khaibar dari (makan) daging khimar dan memperbolehkan daging kuda”. (HR Bukhori no. 4219 dan Muslim no. 1941).

8. Al Jallalah. Hal ini berdasarkan hadits : “Dari Ibnu Umar berkata: Rasulullah melarang dari jalalah unta untuk dinaiki. (HR. Abu Daud no. 2558 dengan sanad shahih). Maksud Al-Jalalah yaitu setiap hewan baik hewan berkaki empat maupun berkaki dua-yang makanan pokoknya adalah kotoran-kotoran seperti kotoran manuasia/hewan dan sejenisnya. (Fahul Bari 9/648). Ibnu Abi Syaiban dalam Al- Mushannaf (5/147/24598) meriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa beliau mengurung ayam yang makan kotoran selama tiga hari. (Sanadnya shahih sebagaimana dikatakan Al- Hafidz dalam Fathul Bari 9/648). Apabila pengaruh kotoran pada daging hewan yang membuat keharamannya itu hilang, maka tidak lagi haram hukumnya, bahkan hukumnya halal secara yakin dan tidak ada batas waktu tertentu. Al-Hafidz Ibnu Hajar menjelaskan (9/648): “Ukuran waktu boelhnya memakan hewan jalalah yaitu apabila bau kotoran pada hewan tersebut hilang dengan diganti oleh sesuatu yang suci menurut pendapat yang benar.” Pendapat ini dikuatkan oleh imam Syaukani dalam Nailul Authar (7/464) dan Al-Albani dan At-Ta’liqat Ar-Radhiyyah (3/32).

9. Biawak bagi yang merasa jijik dengannya. Terdapat beberapa hadits dalam Bukhari Muslim dan selainnya yang menjelaskan bolehnya makan dhob baik secara tegas berupa sabda Nabi maupun taqrir (persetujuan Nabi). Diantaranya , Hadits Abdullah bin Umar secara marfu’ (sampai pada nabi) “Dhab, saya tidak memakannya dan saya juga tidak mengharamkannya.” (HR Bukhari no.5536 dan Muslim no. 1943)

10. Hewan yang wajib dan haram dibunuh. “Dari Aisyah berkata: Rasulullah berwasiat: Lima hewan fasik yang hendaknya dibunuh, baik di tanah halal maupun haram yaitu ular, tikus, anjing hitam. ” (HR. Muslim no. 1198 dan Bukhari no. 1829 dengan lafadz “kalajengking: gantinya “ular” ) Imam ibnu Hazm mengatakan dalam Al-Muhalla (6/73- 74): “Setiap binatang yang diperintahkan oleh Rasulullah supaya dibunuh maka tidak ada sembelihan baginya, karena Rasulullah melarang dari menyia-nyiakan harta dan tidak halal membunuh binatang yang dimakan” (Lihat pula Al-Mughni (13/323) oleh Ibnu Qudamah dan Al-Majmu’ Syarh Muhadzab (9/23) oleh Nawawi). Dari Ibnu Abbas, Rasulullah melarang membunuh 4 hewan: semut, tawon, burung hudhud dan burung surad ” (HR Ahmad (1/332,347), Abu Daud (5267) dll. Imam Syafi’i dan para sahabatnya mengatakan: “Setiap hewan yang dilarang dibunuh berarti tidak boleh dimakan, karena seandainya boleh dimakan, tentu tidak akan dilarang membunuhnya” (Al-Majmu’ 9/23 oleh Imam Nawawi).

KONSULTASI HALAL | Produk Hewani yang Halal dan Haram
KONSULTASI HALAL
Qurbanku Untukmu
 Share       

Abdurahman tidak bisa menyembunyikan rasa gembiranya saat melihat penampakan hewan kurban oleh tim Qurban Istimewa ditahun 2012 lalu. Abdurahman adalah tokoh masyarakat Dusun Ndano Na’e, Kelurahan Ntobo, Kecamatan Raba, Bima, Nusa Tenggara Barat. Meski hanya berjarak 10 KM dari Kota Bima namun sebanyak 100 kepala keluarga di Dusun tersebut hidup dalam garis kemiskinan. Dusun tersebut sangat tandus dan aliran listrik PLN yang belum masuk Dusun tersebut. Mayoritas masyarakat berprofesi sebagai petani dan jika musim kering beralih profesi menjadi buruh bangunan di kota atau buruh tani di desa tetangga. Kecilnya pendapatan yang mereka terima memaksa warga untuk hidup dalam keadaan seadanya. Jangankan untuk membeli hewan kurban untuk makan esok hari saja belum ada kepastian.

Maka, saat terdengar kabar Dusun Ndano Na’e akan kebagian distribusi hewan kurban dari Quis, warga menunggu dengan sangat gembira. Selama ini jika Idul Adha tiba warga hanya menggelar shalat id lalu kembali kedalam aktivitas masingmasing. Tidak ada pemotongan hewan kurban. “Alhamdulillah, hewan sapi ini benar tiba di Dusun kami hingga warga dapat menimati daging kurban yang tak pernah mereka kecap sebelumnya” ujar Abdurahman. Sejak awal didirikan salah satu misi QUIS adalah mendistribusikan hewan-hewan kurban ke daerah pelosok, rawan pangan, rawan bencana dan lainnya. Selain juga hewan tersebut diberikan kepada para penghafal Al-Qur’an.

Selain mengandung makna teologis ibadah kurban juga mengandung makna sosial. Ibadah kurban memberi pelajaran bagi umat muslim untuk berbagi sesuatu yang sangat berharga. Ibadah kurban juga membangun rasa cinta untuk saling berbagi serta tentramnya jiwa dalam hati. Lewat tema “Qurbanku Untukmu” Quis kembali mengajak umat Islam untuk memberikan persembahan terbaik bagi saudara-saudara kita yang ada diseluruh Indonesia agar dapat menikmati daging kurban di hari istimewa. “Insya Allah tahun ini kita menargetkan 6.000 hewan kurban yang akan didistribusikan ke sejumlah daerah” ujar Khory Ainul Yakin, General Manager Quis. Tidak hanya dalam negeri tahun ini QUIS juga akan menyalurkan hewan kurban ke Gaza, Palestina.

 

KONSULTASI HALAL | Qurbanku Untukmu
(948) views
KENAL
Syeikh Yusuf Al Makassary Di Mana Makamnya?
 Share       

" Saya melangkah masuk dan tertegun melihat makam berpagar besi ukir, bertutup kain hijau. Di sini berkubur pada usia 73, seorang ilmuwan, sufi, pengarang, dan komandan pertempuran abad ke-17, sesudah 16 tahun menjalani pembuangan. Kampung halamannya terletak di seberang dua samudra, berjarak 12 ribu kilometer jauhnya. Saya tertunduk dan menggumamkan Al Fatihah untuk pejuang besar ini. Beliaulah Syekh Yusuf al-Makassary al-Bantani. “

Kata-kata indah diatas keluar dari mulut Taufik Ismail, seorang penyair besar Indonesia, ketika menggambarkan Syeikh Yusuf al-Makassary. Pada tahun 2005 yang lalu, Syekh Yusuf dianugerahi penghargaan Oliver Thambo, yaitu penghargaan sebagai Pahlawan Nasional Afrika Selatan. Penghargaan diserahkan langsung oleh Presiden Afrika Selatan, Thabo Mbeki, kepada tiga ahli warisnya. Dua di antaranya adalah Andi Makmun, keturunan kesembilan Syekh Yusuf dan Syachib Sulton, keturunan kesepuluh. Tetapi jangan salah dulu loh Syeikh Yusuf itu bukanlah orang asli Afrika Selatan. Ia adalah warga asli Indonesia. Lo kok bisa orang Indonesia dapat gelar pahlawan dari negara Afrika Selatan? Pastinya kita semua heran. Sebelum kita heran, yuk kita ikuti sedikit kisah perjalanan Syeikh Yusuf. Oh ya, sebelum terlupa, selain syeikh Yusuf, presiden Soekarno juga pernah mendapat gelar serupa, karena dianggap telah berjasa atas kemerdekaan Afrika Selatan.

Kembali kepada Syeikh Yusuf. Syekh Yusuf dilahirkan di Makassar dengan nama kecil Muhammad Yusuf pada tahun 1626 Masehi dalam Kerajaan Gowa. Ada dua versi nama ayah Syekh Yusuf. yaitu Abdullah, versi Hamka. Sementara berdasarkan Lontarak RTSG versi Tallo, disebutkan ayah Syekh Yusuf adalah Gallarang Moncongloe. Sementara ibunya bernama Aminah. Memang sejarah syeikh Yusuf itu penuh dengan misteri dan kontroversi. Hingga hingga dimana makamnya, antara Cape Town dan Indonesia masih menjadi perselisihan ahli sejarah. Tetapi walaupun begitu, kalangan ilmuwan muslim sepakat, bahwa Syeikh Yusuf adalah seorang dai pembaharu yang sangat teguh dalam memegang prinsip. Beliau juga ulama yang merintis terbentuknya jaringan ulama di nusantara. Syeikh Yusuf terlahir dari kalangan petani biasa. Sejak kecil beliau sudah mampu mengkhatamkan Al Quran. Ia kemudian mendalami ilmu fikih, tafsir, hadis, dan tasawuf. Pada usia19 tahun, ia ikut kapal Portugis berlayar ke Mekah, melalui Banten, Aceh, dan Yaman. Di Aceh berguru pada Syekh Nuruddin ar- Raniri sampai memperoleh ijazah Tarekat Qadiriah. Di Yaman, mendapatkan ijazah Tarekat Naqsyabandiah dan Tarekat Ba’lawiyah dari Syekh Abdullah Muhammad Abdul Baqi’ dan Sayid Ali Zubaidi. Setelah selesai menunaikan haji di Mekah, dia pergi ke Madinah. Di sana berguru kepada Syekh Burhanuddin al- Milah sampai mendapat ijazah Tarekat Syattariah. Tidak puas, ia memenuhi “rasa hausnya” ke negeri Syam. Di sanalah dia mendapat gelar Tajul Khalwati Hadiyatullah dari gurunya, Syekh Abul Barkah Ayyub. Sepulang ke tanah air, ia berdakwah di Sulawesi, lalu menetap di Banten.

Di Banten, ia menjadi guru, mufti, menantu, sekaligus panglima perang Sultan Ageng Tirtayasa melawan Belanda. Ketika Sultan ditangkap, dia bergerilya di hutan dan bertempur bersama kesultanan Cirebon sampai akhirnya tertawan dan di penjara di Batavia.Selain dengan pedang, Syekh Yusuf juga berjuang dengan pena. Sampai meninggalnya di tahun 1699, dia telah menulis 20 kitab berbahasa Arab, di antaranya yang terkenal adalah Safinat an-Naja’, yang sampai sekarang dibaca di seluruh pesantren. Syaikh Adam Philander nama lengkapnya Muhammad Yusuf Adam. Tapi, Imam Masjid Nurul Latief Macassar, Capetown, Afrika Selatan, itu lebih populer dipanggil Adam Philander. Philander adalah nama keluarga Belanda dari moyang Eropanya. Adam Philander menjadi penerus dakwah Syaikh Muhammad Yusuf Al-Makassari (1627-1699), pembawa agama Islam dari Indonesia ke Afrika Selatan. Syaikh Yusuf dimakamkan di Faure, Capetown, yang dikenal sebagai Karamah. Namun di Srilanka dan Makassar juga terdapat kuburan yang dikenal sebagai makam Syaikh Yusuf. Ulama dari Gowa, Makassar, itu memang sempat diasingkan pemerintah colonial Belanda ke Ceylon (Srilanka) dan mengembangkan Islam di negeri tersebut. Syaikh Yusuf Al-Makassari tak hanya mendapat gelar Pahlawan Nasional dari pemerintah Indonesia jaman Presiden Soeharto. Ia juga mendapat penghargaan dari Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela sebagai “Salah Satu Putra Afrika Terbaik”. Pada 2005, Almarhum Syaikh Yusuf juga mendapat penghargaan tertinggi sebagai “Pejuang anti-Kolonialisme” dari pemerintah Afrika Selatan yang diteken Presiden Thabo Mbeki. Dalam kunjungan kali keempat ke Indonesia yang disertai istrinya, Umi Zubaidah, dua tahun lalu Syaikh Adam Philander bertakziyah kepada keluarga keturunan Syaikh Yusuf di Makassar.

KENAL | Syeikh Yusuf Al Makassary Di Mana Makamnya?
KOLOM GURU
Jangan Bunuh Guru Kita!
 Share       

Imam Al-Fara’, seorang ulama Kufah yang paling jago dalam ilmu Nahwu dan Sastra, diminta Khalifah Al-Makmun untuk memberi les privat ilmu nahwu kepada kedua putranya. Setiap Sang Imam selesai mengajar dan beranjak untuk pergi, kedua anak penguasa itu berebut untuk menyiapkan sandal Imam Al-Fara’ sebagai bentuk penghormatan kepada guru mereka. Agar tak berebutan, Imam Al-Fara’ meminta masing-masing menyiapkan sebelah sandalnya.

Kisah tersebut dituliskan dalam Kitab Wafayat al-A’yan wa Anba’u Abna’ al-Zaman karya Al-Qadhi Ibnu Khillikan (608- 681 H). Dibandingkan situasi jaman sekarang, cerita di atas bisa jadi dianggap aneh. Mana ada anak penguasa, putra kepala negara, sampai sebegitunya menghormati guru les. Mengambilkan sandal guru saja berebutan segala. Bahkan sebaliknya, belakangan semakin banyak kasus guru yang diperlakukan tidak semestinya. Misalnya Ny Nur Ain Lubis, Dosen Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FKIP UMSU) yang tewas ditikam mahasiswanya sendiri. Pelaku penikaman bernama Roymardo Sah Siregar. Pembunuhan sadis ini terjadi usai Bu Dosen mengambil air wudu untuk shalat zuhur, 25 Februari lalu. Kasus lain menimpa Guru Biologi SMP Negeri 1 Bantaeng, Sulawesi Selatan, Ny Nurmayani. Ibu guru yang menderita diabet kering ini musti meringkuk di bui gegara menghukum muridnya dengan mencubit.

Hukuman diberikan lantaran murid itu siram-siraman air bekas pel, yang mengenai busana Ny Nurmayani yang hendak sholat Dhuha. Siswi tak terima dihukum, lalu mengadu ke ayahnya yang seorang polisi, hingga akhirnya Bu Guru dipenjarakan sejak 12 Mei lalu. Guru memang bukan malaikat. Harus diakui, banyak pendidik berlaku tak elok, terlebih setelah tergoda dunia melalui program setifikasi guru. Mereka terjerumus dalam perbuatan selingkuh atau konsumerisme. Namun juga harus diakui bahwa murid semakin kehilangan adab terhadap guru. Hal ini dipengaruhi lingkungan keluarga dan masyarakat yang semakin longgar adabnya. Untuk itu, kita harus menghidupkan adab belajarmengajar. Banyak pesan ulama mengenai adab belajarmengajar, termasuk sikap murid terhadap gurunya. The Grand Syaikh Daarul Qur’an, KH Ahmad Kosasih, menyebutkan di antaranya sebagai berikut.

Memuliakan

Imam Ibnu Hazm berkata, “Para ulama bersepakat dalam wajibnya memuliakan ahli Al-Qur’an, Ahli Islam, dan Nabi. Demikian pula wajib memuliakan khalifah, orang yang punya keutamaan, dan orang yang berilmu” (Ibnu Muflih: Al-Adab as-Syar’iah, I/408). Rasulullah SAW berkata, “Bukanlah termasuk golongan kami, orang yang tidak menghormati orang yang tua, tidak menyayangi yang muda, dan tidak mengerti hak ulama kami” (HR Al-Bazzar 2718, Ahmad 5/323, lafadz milik Al- Bazzar. Dishahihkan Al-Albani dalam Shohih Targhib 1/117). Imam Nawawi rahimahullah berkata: “Hendaklah seorang murid memperhatikan gurunya dengan pandangan penghormatan. Hendaklah ia meyakini keahlian gurunya dibandingkan yang lain. Karena hal itu akan menghantarkan seorang murid untuk banyak mengambil manfaat darinya, dan lebih bisa membekas dalam hati terhadap apa yang ia dengar dari gurunya tersebut” (Al-Majmu’ 1/84).

Mengakui Keutamaannya

Khathib al-Baghdadi berkata: “Wajib bagi seorang murid untuk mengakui keutamaan gurunya yang faqih dan hendaklah pula menyadari bahwa dirinya banyak mengambil ilmu dari gurunya” (al-Faqih wal Mutafaqqih 1/196). Ibnu Jamaah al-Kinani berkata, “Hendaklah seorang murid mengenal hak gurunya, jangan dilupakan semua jasanya.” (Tadzkiratus Sami’ hal. 90).

Bersikap Tawadhu

Ibnu Jama’ah rahimahullah berkata: “Hendaklah seorang murid mengetahui bahwa rendah dirinya kepada seorang guru adalah kemuliaan, dan tunduknya adalah kebanggaan.” (Tadzkirah Sami’ hal. 88) Sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma yang memiliki kemuliaan dan kedudukan tinggi, tidak sungkan mengambilkan tali kekang unta Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu seraya berkata: “Demikianlah kita diperintah untuk berbuat baik kepada ulama” (As-Syifa, 2/608).

Mencontoh Akhlaknya

Hendaklah seorang penuntut ilmu mencontoh akhlak dan kepribadian guru. Mencontoh  kebiasaan dan ibadahnya. (Tadzkirah Sami’ hal. 86) Imam as Sam’ani rahimahullah menceritakan bahwa majelis Imam Ahmad bin Hanbal dihadiri lima ribu orang. Lima ratus orang menulis, sedangkan selainnya hanya ingin melihat dan meniru adab dan akhlak Imam Ahmad. (Siyar AlamNubala, 11/316).

Mendo’akan Kebaikan

Rasulullah SAW berpesan, “Apabila ada yang berbuat baik kepadamu maka balaslah dengan balasan yang setimpal. Apabila kamu tidak bisa membalasnya, maka doakanlah dia hingga engkau memandang telah mencukupi untuk membalas dengan balasan yang setimpal” (HR. Bukhori dalam al-Adab al-Mufrod no. 216, lihat as-Shohihah 254). Ibnu Jama’ah rahimahullah berkata: “Hendaklah seorang gurunya sepanjang masa. Memperhatikan anak-anaknya, kerabatnya dan menunaikan haknya apabila telah wafat” (Tadzkirah Sami’ hal. 91).

Membela Kehormatannya

Ketahuilah selayaknya bagi siapa saja yang mendengar orang yang sedang mengghibah kehormatan seorang muslim, hendaklah dia membantah dan menasehati orang tersebut. Apabila tidak bisa diam dengan lisan maka dengan tangan, apabila orang yang mengghibah tidak bisa dinasehati juga dengan tangan dan lisan maka tinggalkanlah tempat tersebut. Apabila dia mendengar orang yang mengghibah gurunya atau siapa saja yang mempunyai kedudukan, keutamaan dan kesholihan, maka hendaklah dia lebih serius untuk membantahnya (Imam Al Albani: Shohih al-Adzkar 2/832; Syaikh Shalih bin Muhammad al-Asmari: Adab at-Tatalmudz hal. 33).

KOLOM GURU | Jangan Bunuh Guru Kita!
BILIK SANTRI
Jadi Imam di Masjid Manca  
 Share       

Setiap Ramadhan, Kota Tripoli di Libanon dihias sangat indah. Lampulampu terang berjajar di pinggir-pinggir jalan, seolah mengajak warga menghidupkan malam Bulan Suci dengan berbagai bentuk ibadah. Di salah satu sudut kota, tepatnya di Masjid Al Khoirot, shalat tarawih Ramadhan tahun ini terasa istimewa. Pasalnya, imam tarawih rutin adalah pemuda Indonesia. Dialah Fitrah Alif Tama dari Palembang. alumnus Pesantren Tahfizh Daarul Quran Tangerang ini menjadi imam tarawih di dua masjid di Tripoli yaitu Masjid Al Khoirot dan Masjid Jinan. “Pemuda ramah yang akrab disapa Bang Alif Putra pasangan Bapak Yuli Suryadi dan Ibu Emi Hartati ini setiap minggunya mendapatkan jadwal untuk mengimami salat tarawih di Masjid Al Khoirot dan Masjid Jinan,” ucap Kepala Fungsi Politik dan Penerangan KBRI Beirut, Meugah Suriyan Sanggamara, dalam rilisnya kepada wartawan tertanggal 11 Juni 2016. Masjid Al Khoirot adalah masjid yang terletak di Jalan Islah yang dapat menampung sekitar seribu orang. Jamaah masjid ini terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari para ulama, akademisi, remaja, anak-anak bahkan pedagang serta para lansia. Berbeda dengan Al Khoirot, Masjid Jinan yang terletak di jalan Abi Samro memiliki jamaah yang kebanyakan mahasiswa. Masjid ini memang terletak di dalam kompleks Universitas Jinan.

Fitrah Alif Tama saat ini sedang mengenyam pendidikan S1 di Fakultas Syariah Universitas Tripoli, Lebanon. Pemuda berusia 19 tahun ini telah hafal seluruh ayat Al-Quran sebanyak 30. Sebagai mahasiswa yang tergolong terbaik, Alif mendapat kepercayaan menjadi asisten Syaikh Khaleed Barakat. Begitupun, ketika bertindak menjadi imam, Alif selalu mengenakan pakaian khas Indonesia dengan peci hitam, baju koko dan sarung. Duta Besar RI untuk Libanon Achmad Chozin Chumaidy, seperti dikutip situs detik.com, menyambut baik prestasi yang diraih salah satu putra terbaik bangsa ini. Dubes Chozin juga mengajak seluruh mahasiswa Indonesia di Libanon sebagai bagian dari duta bangsa Indonesia di luar negeri untuk dapat lebih berprestasi, baik itu bidang akademik maupun kemasyarakatan untuk turut mengharumkan nama baik Indonesia di mata dunia.

Imam di Kapal di sana.Pada 15 Juni 2016, Ustaz Yusuf Mansur memposting foto Alif muridnya yang sedang melaksanakan shalat berjamaah di atas kapal laut. Di foto itu, terlihat Alif berpeci hitam sedang mengimami shalat berjamaah. Di belakangnya, Nampak jajaran shaft shalat yang terdiri dari para pria berseragam tentara Indonesia dan beberapa terlihat memakai batik. Hingga berita ini diturunkan, foto yang diposting lewat akun instagram @yusufmansurnew sudah mendapat respon 11.800 like dan 141 komentar dari netizen. Seorang netizen yang mengaku salah satu makmum sholat dengan akun instagram @ don_andhee menulis komentar: “Assalamualaikum Ustadz. Suatu kehormatan dapat melaksanakan sholat magrib berjamaah di atas geladak KRI BUNG TOMO-357 yg sdg melaksanakan misi perdamaian PBB di Libanon dgn diimami langsung oleh Adinda Alif di tengah-tengah menjalankan ibadah puasa Ramadhan dan dihadiri juga oleh mahasiswamahasiswa Indonesia yg sdg menuntut ilmu di beberapa Universitas di Lebanon dan keluarga besar KBRI Beirut. Dimana buka puasa bersama dan sholat berjamaah ini adalah rangkaian dari Seminar Wawasan Kebangsaan yg dilaksanakan oleh KBRI Beirut, Mahasiswa Indonesia dan prajurit KRI Bung Tomo-357 di atas Kapal Perang kebanggaan bgs Indonesia ini. Semoga akan lahir Alif Alif berikut nya yg akan mengharumkan nama bgs Indonesia di dunia Internasional. Aamiin ya robbal alamin.”

Foto Alif juga menghebohkan kalangan selebritas. “Satu kata buat Alif yang jadi imam shalat tarawih di Libanon: Ane bangga, bangga dan bangga; Ustadz, Antum Masya Allah,” demikian artis Alfie Al Fandy mengungkapkan perasaannya. Senada dengannya, Ussy Sulistyawati menulis: “Wow, wow, wow, luar biasa, merinding aku, Alhamdulillah banget ya di Libanon lagi. Kalau di Jakarta atau Indonesia udah biasa. Di Libanon berarti dia sangat luar biasa sekali bisa sampai begitu ya, ih. Alhamdulillah, entar kalau bisa ketemu sama orangnya. Hebat hebat banget.”

Lolos ke Malaysia

Fitrah Alif Tama bukan alumnus Pesantren Tahfizh Daarul Quran Tangerang pertama yang jadi imam di manca negara. Tahun sebelumnya, dua peserta terbaik WTN (Wisuda Tahfizh Nasional), Afif Okjil dan Syafril Mude, mendapat kepercayaan untuk menjadi imam tarawih di Amerika Serikat. Namun saying amanah itu gagal diemban, lantaran kedua Penghafal 30 Juz itu tidak mendapat visa. Sebelumnnya lagi, tahun 2014, alumnus angkatan pertama Daarul Quran Tangerang bernama Haidar berangkat ke negeri jiran untuk menjadi guru Tahfizh sekaligus imam di Masjid Syah Alam Sultan Abdul Azis, Selangor, Malaysia. Haidar, putra pasangan Omaryadi dan Nuzhatul Wardiyah, berhasil lolos seleksi dengan menyisihkan banyak calon lainnya. “Alhamdulillah, ketika itu saya hanya mengirimkan rekaman suara saya via email. Jadi saya tidak ketemu langsung,” ucap Haidar yang kini jadi imam besar di sana.

BILIK SANTRI | Jadi Imam di Masjid Manca  
BILIK SANTRI
Oscar Orlanda Pendekar Silat Setengah Mushaf  
 Share       

Bismillah ciaaat...bruuk. Batako enam tumpuk patah dihajar Oscar. Tak cuma itu, ia juga bersalto, main api, mengayun double stick dan tongkat, juga memutar-putar golok dengan lincah. Bukan, Oscar Orlando bukan pendekar mabuk. Santri Daarul Quran kelas X SMA ini memang biasa tampil unjuk kebolehan silat di pentas santri. Tak hanya jago kandang, pendekar kelahiran Jambi, 22 Maret 2000, ini juga jawara di tingkat lebih luas. Terakhir ia juara pertama kelas berat di ajang Jakarta Pencak Silat Championship. Penghafal setengah mushaf (15 juz) Quran ini bersilat sejak duduk di SMP. Oscar yang putra pasangan Jamaluddin-Ernidawati, aktif di eskul beladiri Daarul Quran yang bernama Persida (Persatuan Silat Daarul Quran). Prestasi Oscar menjadikannya terpilih sebagai asisten Ketua Asisten Pelatih Persida. Tentu, orangtuanya merasa seneng. Namun, mereka mengingatkan Oscar, jangan terlalu focus eskul silat. “Di pesantren tujuannya bukan jadi pendekar silat,” kata Oscar menirukan petuah orangtuanya.

BILIK SANTRI | Oscar Orlanda Pendekar Silat Setengah Mushaf  
BILIK SANTRI
Nouval Rizqullah Coba coba Atur Ketukan  
 Share       

Harmoni rampak Marching Band Gemanadaqu, tak lepas dari peran Nouval Rizqullah. Santri kelas X SMA Daarul Quran ini bertugas sebagai konduktor atau field commandor. Tugasnya mengatur tempo ketukan piranti bebunyian marching band. Nouval yang kelahiran Semarang, 16 September 2000, sudah hafal 12 juz. Putra pasangan Nur Prihantini-Dodi Widiyanto, ini bergabung dengan MB Gemanadaqu sejak duduk di SMP. Sebagai konduktor, ia terakhir mengukir prestasi di Malaysia tahun 2015. Nouval mengungkapkan, awalnya ia menuruti pesan orangtuanya untuk aktif di kegiatan eskul. “Ada yang menawarkan gabung MB Gemanadaqu, ya sudah saya coba-cob latihan dan ikut lombalomba,” ungkapnya. Namun, orangtua berpesan agar Nouval tetap mengutamakan hafalan. “Awalnya, kadang memang bentrok antara jadwal menghafal dan main MB. Tapi sekarang mah sudah tersistem,” kata Nouval.

BILIK SANTRI | Nouval Rizqullah Coba coba Atur Ketukan  
BILIK SANTRI
Ahmad Humam Shodiq Chairil Anwar dari Daqu
 Share       

Menjadi penyair sekelas Chairil–Aku--Anwar, jadi dambaan Ahmad Humam Shodiq. Santri Daqu kelas X kelahiran Medan, 7 November 2000, ini memang jago berpuisi dan mengidolakan Charil Anwar. Prestasi Shodiq antara lain juara 3 baca puisi tingkat Provinsi Banten Tahun 2015 kategori pelajar. Juga juara di ajang serupa yang diadakan di Serang dan Bandung. Shodiq yang sudah hafal 10 juz Quran, dilatih oleh Ustadz Kupmin Rambe. “Awalnya, saya dilatih Pak Kupmin baca puisi di hadapan anak shigor, biar tidak terlalu malu,” ungkap Shodiq. Sedang di ajang lomba, Shodiq memberi tips, saat membaca puisi jangan melihat penonton, tapi lihatlah jurinya. “Anggap aja gak ada orang kecuali juri, biar tidak grogi,” kata Shodiq, yang adiknya juga aktif di eskul seni baca puisi, sedang sang kakak di eskul salto. Orangtua Shodiq mendukung aktivitasnya. “Sering-seringlah ikut lomba, menang kalah urusan belakangan. Menghafal Quran itu utama, tapi tidak menghalangi kita mau jadi apa,” tutur orangtuanya sebagaimana ditirukan Shodiq.

 

BILIK SANTRI | Ahmad Humam Shodiq Chairil Anwar dari Daqu
BILIK SANTRI
Arzya, Radef, dan Adam Mua dzin Daqu Go TV
 Share       

Setelah sebelumnya Syakir Daulay mengumandangkan adzan di TransTV, Ramadhan ini santri Daqu kembali dipercaya mengisi suara adzan di Trans7. Mereka adalah Arzya, Radef, dan Adam. Mochammad Arzya Al hafizh, kelahiran Serang, 4 April 2007. Santri ini putra pasangan Ade Zaenal Aripin-Heni Handayani, yang sudah hafal 4 juz Quran. Pehobi main futsal ini mnuturkan, awalnya dia mendapat kabar penunjukan dari Ustadz Aam untuk ikut seleksi muadzin di Trans7 secara live dan gol. Orangtua Arzya langsung ditawari kontrak kerja oleh Trans7. Dan, rejeki pantang ditolak. Arzya saat ini naik ke kelas 4 Sighor Daqu. Ia mulai menghafal sejak kelas 1 di sekolah yang sama. ‘’Alhamdulillah, Arzya menjadi berkah buat kami. Semoga ia jadi anak yang soleh,’’ kata Ade, ayahandanya. M. Radef Sheba Musharaf, putra pasangan M Refli-Musfiroh Iqbal. Ia lahir di Balikpapan, 18 Desember 2006. Saat ini Radef sudah hafal 5,5 juz dan masih duduk di kelas 4 Sighor Daqu. ‘’Saya bersyukur Radef terpilih menjadi muadzin di Trans7. Saya juga kaget pas Radef terpilih, karena saya tidak tahu sama sekali kalau Radef ikut audisi,’’ tutur M Refli terharu. Ia menambahkan, semua ini tak lepas dari dukungan Daarul Quran wabil khusus Ustadz Aam. Muhammad Adam Fauzan lahir di Jakarta, 17 Juli 2004. Ia sudah yatim piatu, ditinngal wafat ayahnya sejak masuk Daqu. Ibunya menyusul wafat saat Adam kelas 4 Sighor Daqu. Ia kini kelas 6 dan sudah menghafal 8 juz Quran. Santri yang hobby renang ini diharapkan tantenya yang mengasuhnya, juga kakek-neneknya, agar jadi anak yang soleh. ‘’Agar dapat member syafaat bagi kedua orangtuanya.’’

1. Mochammad Arzya Al-hafizh
2. M. Radef Sheba Musharaf
3. Muhammad Adam Fauzan

BILIK SANTRI | Arzya, Radef, dan Adam Mua dzin Daqu Go TV
AKTIFITAS
Gita Nadaqu Membawa Pesona Indonesia ke Shanghai
 Share       

Gedung Olahraga Fudan University, Shanghai, China, seketika hening saat lagu Padamu Negeri menggema syahdu. Lagu Kebangsaan Republik Indonesia itu dibawakan oleh Marching Band Gita Nadaqu Daarul Quran pada pembukaan The 10th China High Class Band Festival”, Minggu, awal Mei lalu. Ribuan penonton yang memadati gedung bertepuk tangan memberi aplus. Tepukan semakin meriah tatkala sebuah layar raksasa menayangkan panorama destinasi wisata Indonesia. Kehadiran Gita Nadaqu Daarul Quran itu atas undangan panitia “China Association for Symphonic Bands and Ensembles”. Ini merupakan asosiasi musisi yang berbasis di Beijing dengan cabang diberbagai kota besar di China. Assosiasi berbasis volunteer dan perkumpulan yang terdiri dari performance organizer, pemain pemusik amatir dan profesional, penonton dan manufacturer (dealer), senior music consultant, music leader, dan lain-lain. Di ajang tersebut, Marching Band Gita Nadaqu Daarul Quran yang berkekuatan 60 personil santri, unjuk kebolehan bersama grup marching band dari beberapa negara seperti Thailand, Spanyol, Austria, China Hongaria, dan Australia. Selain sebagai ajang pertukaran pelajar internasional, China Association for Symphonic Bands and Ensembles bertujuan menekankan fungsi dari anggota asosiasi untuk menguji, meneliti, dan mengompilasi materi pendidikan di bidang marching band.

Gelaran internasional ini bersamaan liburan hari buruh internasional di China atau Tiongkok Jeny, Koordinator Panitia Festival yang sudah berlangsung sejak 2007 ini, menuturkan bahwa para peserta melakoni acara Wind Carnival di Fudan Gym dan The Oriental Pearl Square, Opening Ceremoany, Marching Band Show Gala, dan Parade on Huangpu River. Ade Kurniawan, instruktur Gita Nadaqu, mengungkapkan, kesertaan Gita Nadaqu di Shanghai ini merupakan rejeki yang tak terduga. Awalnya, yang ditunjuk mewakili Indonesia adalah MB Semen Indonesia yang merupakan Juara MGMP 2015. Namun, MB Semen Indonesia akhirnya mengundurkan diri. Pilihan pun jatuh pada Gita Nadaqu Daarul Quran. “Kami dengan personil 60 plus sejumlah pendamping, mendapat free fasilitas selama acara di Shanghai sejak 26 April hingga 3 Mei 2016,” ungkap Ade. Ia menambahkan, Kemendikbud dan donatur Daarul Quran juga membantu biaya akomodasi. Kedutaan RI di China juga peduli pada kedatangan mereka di China.

Keberangkatan Gina Nadaqu Daarul Quran untuk show dari 25 April hingga 3 Mei 2016, dilepas oleh Ustadz Yusuf Mansur dan Ahmad Jameel di sela-sela acara Kajian Bulanan di Masjid Istiqlal, Ahad (24/4). Dalam gladi resik di Fudan University Gym, Shanghai, Ustadz Ahmad Jameel selaku Pimpinan Harian Pesantren Daarul Qur’an berpesan singkat kepada para santri, “Be the best and do the best. Allah SWT with us, always.” Tarmizi As Shidiq, Ketua Daarul Qur’an, berwasiat agar MB Gita Nadaqu tak hanya mencetak prestasi tapi juga menjaga perilaku individu maupun tim. Sebab, MB Gita Nadaqu bukan hanya mewakili Pesantren Daarul Qur’an, tapi juga Indonesia, bahkan mewakili Islam. “Kalian adalah duta Islam, jadi tunjukkanlah sikap dan prestasi terbaik,” tandas Tarmizi. Ketua Marching Band Gita Nadaqu, Millah Haedene, berterima kasih atas doa dan dukungan masyarakat Indonesia sehingga MB Gita Nadaqu terus tampil di sejumlah event internasional. Atas nama Tim MB Gita Nadaqu, ia berjanji untuk memberikan yang terbaik untuk almamater, bangsa, dan agama. Syukur senada disampaikan Regita Indah Sari. Santri yang telah hafal 17 juz Qur’an ini membenarkan bahwa penampilan di Shanghai bukan sekadar lomba marching band, tapi juga ajang dakwah kepada masyarakat dunia. Sudah menjadi budaya MB Gita Nadaqu, di manapun berlaga, mereka tidak meninggalkan Daqu Methode. Di sela-sela jadwal festival, para santri tetap menjaga sholat tahajjud, dhuha, tilawah Qur’an, baca sholawat, dan bersedekah dalam bentuk keramahan pada lingkungan.

Budaya Gita Nadaqu itu menjadi daya tarik tersendiri buat publik China. “Jumlah kami yang cukup besar dengan busana khas muslimah, membuat orang-orang tertarik untuk melihat dari dekat dan berfoto bersama,” tutur Ade. Hal itu terjadi ketika Gita Nadaqu tampil di gedung universitas terbaik, mal, taman, maupun di kapal pesiar. “Gud, gud, gud...,” kata orang-orang Shanghai. Milla Haiden, mayoret MB Gita Nadaqu, mengaku bahagia dapat tampil bersama timnya di Shanghai. “Ya senanglah bisa ke sana, banyak pengalaman yang bisa kita ambil, banyak teman baru juga,” katanya. Ia menuturkan, jadwal tampil sangat padat. Festivalnya berharihari, dan setiap hari kita harus tamppil minimal 3 kali sampai malam. Ini semua kudu dilakukan dengan disiplin ketat. “Orang China tuh harus on time banget, jadi kita gak bisa telat, gak bisa berleha-leha,” katanya. Salah satu even yang cukup berat, ketika Gita Nadaqu tampil di kapal pesiar. “Kita menyanyikan lagu dari mereka, not-nya juga dari mereka,” ungkap Milla. Ia dan kawan-kawan bersyukur, tuan rumah memahami urusan ibadah umat islam. “Kita shalat di hotel yang menyediakan menu makanan halal, mereka faham kita muslim. Selama di sana kita juga sempat khataman bareng.Di deket hotel juga ada restoran halal,” tuturnya. Busana muslimah Gita Nadaqu menjadi daya tarik kuat public China maupun turis mancanegara lain. “Mereka banyak yang minta foto dengan kita. Turis-turis Belanda juga ngajak foto kita. Mereka bilang kita cantik, ha ha ha.”

AKTIFITAS | Gita Nadaqu Membawa Pesona Indonesia ke Shanghai
AKTIFITAS
Santri Daarul Qur’an Ungaran Wakili Kabupaten Semarang Dalam OSN Tingkat Nasional
 Share       

Muhammad Kenta Bisma Dewa Brata, santri Daarul Qur’an Ungaran Semarang, terpilih mewakili Kabupatan Semarang untuk mengikuti seleksi Olimpiade Tingkat Nasional (OSN ) yang akan berlangsung tanggal 15-21 Mei mendatang di Palembang, Sumatera Selatan. Demikian informasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Sekolah SMP Daarul Qur’an Ungaran Semarang, ustadz Rahmat Arif. Menurut Arif, untuk IPA total dalam even OSN tingkat nasional ada 132 sekolah, dan SMP Daarul Qur’an ada didalamnya. Santri kelas 8 yang akrab dipanggil Kenta tersebut terpilih setelah berhasil meraih juara dalam kompetisi OSN tingkat Provinsi. Daarul Qur’an merupakan satusatunya sekolah di Kabupaten Semarang yang terpilih untuk bertanding di tingkat nasional. Selain memiliki prestasi dalam bidang sains, Kenta saat ini juga telah memiliki hafalan sebanyak 21 juz. Santri yang dikenal pendiam ini diakui memiliki banyak potensi dalam dirinya. “Alhamdulillah, kami menyambut keberhasilan ini sebagi motivasi untuk lebih baik lagi kedepannya. Semoga Al-Qur’an akan menjadi syafaat dimudahkannya ananda Kenta dalam menjalani proses lomba berikutnya, mohon doa semuanya” ujar Ustadz M. Yasa Abdillah selaku pengasuh pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Semarang. Sementara, Ustadz Ahmad jameel yang juga pimpinan Daarul Quran mengapresiasi sang juaranya santri ungaran yang lolos nasional tersebut. ” semoga yang lain termotivasi ananda Kenta serta mengawali kebahagiaan ini jadi mahkota di dunia hingga akhirat yang di pesembahkan buat kedua orangtuanya, lembaga dan bangsa amiin. Ujarnya

AKTIFITAS | Santri Daarul Qur’an Ungaran Wakili Kabupaten Semarang Dalam OSN Tingkat Nasional
AKTIFITAS
Tak Bisa Jajan ya Ngafal Saja
 Share       

Lagi-lagi, Ahmad Isyraq (16) jadi santri terbaik Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Pesawaran, Lampung, untuk Maret 2016. Bulan-bulan sebelumnya, santri asal Plangkaraya, Kalimantan Tengah, ini langganan mendapat predikat terbaik. Selain tercepat jumlah hafalannya (kini masuk 18 juz), tahsinnya benar, juga prestasi sekolah dan kepribadiannya paling baik. Anak kelas 3 SMP ini selalu masuk rangking 5 besar di sekolah. Untuk santri terbaik, Pengasuh Pondok Pesantren Tahfizh Daqu Lampung, member hadiah berupa insentif sebesar Rp 100 ribu. Reward ini sangat penting buat Isyraq. Sebab, orangtuanya di Plangkaraya, jarang mengiriminya uang. Bahkan sekadar uang jajan sekalipun. Ayahnya yang sekadar montir bengkel motor, lebih mendahulukan kebutuhan adik-adik Isyraq di sana. “Kalau gak dapat reward, ya saya gak jajan. Ngafal saja,” kata santri ganteng ini sambil tersenyum tatkala ditemui beberapa waktu lalu.

 

AKTIFITAS | Tak Bisa Jajan ya Ngafal Saja
AKTIFITAS
Santri Yatim Kota Gajah
 Share       

“Ingin masuk surga sama ibu dan bapak,” ucap Abd Azzam Ar Rasyid (14), santri Rumah Tahfizh Al Qurani Kota Gajah, Lampung Tengah. Ayahnya wafat saat Azzam 9 tahun. Ia lalu dibesarkan ibunya, guru Biologi di sebuah SMA di Bandar Lampung. Lulus SD, Azzam lolos seleksi beasiswa santri Tahfizh. Ia lalu mondok di Kota Gajah, sambil bersekolah di SMP terdekat, dan selalu juara umum. Hanya dalam 16 bulan, Azzam sudah hafal 30 juz Quran. “Kini tinggal melekatkan hafalannya, yang sudah 90% ter-install di memorinya,” terang Ustadz Choeruddin Alhafidz, pembimbing Azzam.

 

AKTIFITAS | Santri Yatim Kota Gajah
AKTIFITAS
Daarul Qur’an Lampung Gelar Daqu Islamic Festival
 Share       

Dengan tema “Mencetak Generasi Islami Berakhlak Qurani” Daarul Quran Lampung menggelar Daqu Islamic Festival pada 8-9 April 2016 di halaman kantor Marketing Gallery (MG) Daarul Qur’an. Selain berisi tausiyah yang disampaikan oleh assatidz Daarul Qur’an dalam acara ini juga digelar sejumlah perlombaan seperti lomba Tahfizh, mewarnai, adzan dan lainnya. “Alhamdulillah kegiatan ini diapresiasi positif oleh warga muslim di Lampung dan sekitranya. Kami tidak menyangka banyaknya pengunjung yang hadir dalam acara ini” ujar Fadillah Ulfa Anggraeni selaku Supervisor MG Lampung. Dalam sambutannya ustadz Mulyanto mengatakan kegiatan ini selain untuk memperkenalkan Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Lampung juga sebagai syiar dakwah Qur’an di Lampung dan sekitarnya.

“Karena tugas kita sebagai orangtua harus menyiapkan generasi yang baik sekaligus menciptakan generasi berakhlak Qur’ani” ujar pengasuh Ponpes Tahfizh Daqu Lampung ini. Sanusi, peserta dari Yayasan Al-Kautsar, mengaku senang dengan kegiatan ini. Ia pun berharap Daarul Qur’an bisa menjadi barometer pendidikan Tahfizh di Lampung dan juga Indonesia secara umumnya. “Alhamdulillah kegiatan ini juga memiliki visi yang sama dengan kami. Acaranya bagus dan Alhamdulillah juga ada dari siswa kami yang mengikuti seleksi baik dari jalur mandiri maupun lewat yayasan.” Ujar Sanusi.

AKTIFITAS | Daarul Qur’an Lampung Gelar Daqu Islamic Festival
AKTIFITAS
Instalisasi Impian Santri Daqu Lampung
 Share       

“Bolehkah kita bermimpi? Bayarkah kita bermimpi?” Tanya Risnaldi Sikumbang kepada para santri Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Lampung, saat memberikan motivasi, Jumat (8/4).

Lalu Risnaldi memanggil satu persatu santri untuk bertanya mengenai karakter mereka masing-masing. “Mimpi saya ingin menjadi panglima TNI” ujar Aryananda salah satu santri yang maju kedepan. Kehadiran Kepala Bidang Training Centre Daarul Qur’an ini mendapat sambutan yang hangat dari staf pengajar dan para santri. Pengasuh pondok, ustadz Mulyanto, mengaku sudah sangat lama berharap kehadiran motivator yang bisa menggali karakter para santri. “Alhamdulillah, hari ini terjawab doa dan harapan saya agar Pak Risnaldi hadir ke Daqu Lampung, semoga bermanfaat untuk santri dan mereka bisa menerima dan menjalani hidup dengan baik lagi” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut Risnaldi juga mengenalkan ilmu hipnoterapi kepada para santri. Menurutnya metode ini merupakan satu yang terbaik untuk menggali potensi diri. Tawa pun pecah tatkala salah satu santri bernama Hafidz Al Qodri maju kedepan dan setelah di hipnotis bisa menirukan ceramah ustadz Yusuf Mansur. “Jadi pada dasarnya kita bisa menghipnotis diri kita sendiri dan kita memiliki potensi untuk mengubah diri kita” ujar Risnaldi.

 

AKTIFITAS | Instalisasi Impian Santri Daqu Lampung
AKTIFITAS
Santri Hingga Staff Daarul Quran Ikut Semarakkan Garsena  
 Share       

Sejak Gerakan Sedekah Nasional (Garsena) diresmikan melalui seremoni pada Rabu (27/4/2016), peminat kegiatan ini bisa dibilang membludak. Pasalnya, hampir semua kalangan ikut serta menyukseskan kegiatan ini. Mulai dari siswa SD IDAAD Shigor, SD Full Day, KB TK sampai santri di tingkat SMP dan SMA Daqu pusat pun turut meramaikan ajang Garsena sejak diresmikan di Masjid Nabawi ini. Bahkan, kegiatan inipun disemarakkan dengan keikutsertaan para pimpinan dan segenap dewan SDM Daarul Quran dengan ikut bersedekah. Tak hanya itu, dalam kesempatan inipun Ustadz Tarmizi dan Ustadz Jameel juga ikut memotivasi serta mengarahkan anak santri dan seluruh SDM untuk mengiringi semua kegiatan Garsena dan mengarahkan agar sedekah mereka diserahkan ke PPPA Daarul Quran.

Di tempat yang sama, Kepala Sekolah SMP Daarul Quran Murdianto bersyukur karena anak-anak didiknya mau mengikuti kegiatan ini. “Alhamdulillah anak-anak santri mau ikut menyisihkan uang jajannya hari ini untuk Garsena. Semoga seluruh hajat anak-anak dan kedua orangtuanya diijabah. Aamiin,” ujar murdianto kepala sekolah SMP Daqu. Sementara itu, di Daarul Quran Kalibata City pun anak-anak diajak untuk ikut berpartisipasi dalam Garsena bersama dengan para guru.“Syukur alhamdulillah, ini jadi kegiatan rutin tiap tahun ikut melatih dan membiasakan anak untuk sedekah. Semoga jadi pahala dunia akhirat, aamiin,” ujar Kepala Sekolah SD Daarul Quran Kalibata City, Abdul Wahid Basyir. 

AKTIFITAS | Santri Hingga Staff Daarul Quran Ikut Semarakkan Garsena  
AKTIFITAS
Saat Kenara Ingin Menjadi Imam Shalat Bagi Orang tuanya
 Share       

“Mi, Sholat Yuk” ajak Kenara kepada kedua orangtuanya begitu terdengar adzan Maghrib berkumandang.

imi sama papi shalat” tambahnya. Riza Wibowo dan Rosmawati pun saling pandang. Ia tidak menyangka putrinya yang baru berusia 7 tahun ini penuh percaya diri ingin menjadi imam shalat bagi keduanya. “Kennara kan perempuan jadi gak bisa ngimamin papi shalat” ujar Rosmawati mencoba memberi pengertian. “Kenapa gak bisa? Kan Kennara mau ngimamin papi dan mimi shalat” cecar kenara. “Memang seperti itu hukumnya. Perempuan hanya bisa jadi imam bagi perempuan sedangkan laki-laki bisa ngimamin laki-laki dan perempuan” Rosmawati coba menjelaskan pada Kinnara. Alhamdulillah Kinnara mengerti dan ia segera bersiap untuk menjadi imam bagi maminya. “Yuk, kita mulai shalatnya” ajak Kennara. “Mimi mau Kinnara baca surah apa?” “Gimana kalo An-naba” jawab Rosmawati. “Ah, An-Naba kepanjangan” “Ya udah, terserah Kakak Ken aja” Lalu Kinnara memulai shalat dan membaca surat yang cukup panjang di rakaat pertama dan kedua.

Rosmawati pun coba menebak-nebak surat apa yang dibaca oleh Kinnara. Lalu ia bertanya pada ustadzah Nunung. Ternyata Kinnara membaca surat Abasa dan At-Takwir. Yang bagi banyak penghafal pemula merupakan surah yang sulit di juz 30. Kennara Ramadhanya Wibowo merupakan santri kelas 1 Sigor Putri Daarul Qur’an, putri pertama dari 3 bersaudara pasangan Riza Wibowo dan Rosmawati. Kennara mulai belajar Al- Qur’an dengan metode Qoidah nuroniyah. Qoidah nuroniyah merupakan metode yang di ajarkan di pesantren Tahfizh DaQu untuk santri baru masuk pesantren untuk membantu memudahkan santri belajar membaca Al Quran dengan baik dan benar. Kennara menyelesaikan Qoidah Nuroniyah dengan cepat. Lalu dilanjutkan menghafal juz 30 dan sekarang Kennara sedang menghafal 4 surat pilihan.

“Kennara anak yang ceradas dan mempunyai semangat dalam menghafal Al- Qur’an” ujar ustadzah Afrohah yang merupkan pengajar Tahfizh Kennara. Semangat Kennara semakin terpacu saat temannya yang bernama Amira Hasna Mutmainah dan menjadi yang terbaik di halaqohnya. Ustadzah Saroh dan Ustadzah Wulan, wali kamar Kennara, mempunyai cerita menarik tentang santri ini. Kennara dikenal sebagai santri yang paling cepat bangun ketika dibangunkan dari tidur dan ia akan menangis kalo temannya lebih dahulu bangun dari dirinya.Kennarai juga selalu dating ke mushala paling pertama dibanding teman teman sekelasnya. “Kennara memiliki hobi membaca buku cerita dan menggambar” ujar ustadzah Saroh. “Ia juga pernah ikut lomba menggambar dan Tahfizh” tambahnya. Soal lomba menggambar ini suatu ketika Kennara pulang dengan senyum ceria dan bilang kepada usatdzah dan teman-temannya bahwa ia juara 1. Tapi teman-temannya merasa aneh kok juara 1 tapi tidak ada pialanya. “Ternyata yang dimaksud Kennara adalah ia menjadi peserta pertama yang menyelesaikan gambarnya” kenang ustadzah Saroh sambil tersenyum.

 

AKTIFITAS | Saat Kenara Ingin Menjadi Imam Shalat Bagi Orang tuanya
AKTIFITAS
Jadikan Sedekah sebagai Wasilah Kita sampai pada Allah SWT  
 Share       

Ceramah KH Ahmad Kosasih (Dewan Syariah Daarul Qur’an) dalam menyambut Gerakan Sedekah Nasional.

Assalamualaikum, wr, wb

Bertepatan dengan 27 April yang berdekatan dengan 27 rajab ini sangat bagus sekali merupakan gerakan sedekah nasional yang sudah bertahun tahun dilakukan oleh keluarga besar Daarul Qur’an. Sedekah ini merupakan Sunnah toyyibah. Mereka yang mengajak dan menganjurkan perbuatan baik lalu diikuti oleh banyak orang maka akan mendapat juga pahalanya. Insya Allah Daqu mendapat pahala mereka yang sedekah pada hari Garsena ini. Begitupun sebaliknya. Maka jangan pernah sekali-kali mengajak orang kepada tingkah laku yang jelek. Tetapi mulailah untuk mengajak kepada kebaikan, sehingga jika orang ikuti kita , kita juga dapat pahalanya. Hadirin yang dirahmati Allah Dalam Islam ada binatang atau hewan yang kita anggap kotor bahkan najisnya termasuk najis berat atau najis mugolladoh. Anjing dan babi dikategorikan sebagai hewan yang paling kotor. Megangnya saja, sudah bernajis, tetapi Allah swt kepada seluruh makhluknya ada nilai-nilai kebaikan apabila kita melakukan sesuatu yang membahagiakan. Jangankan kepada manusia, atau kepada hewan piaraan kita, kepada hewan yang tadi dianggap sangat kotor dan najis ada imbalan jika kita melakukan sesuatu yang baik. Rasulullah saw menceritakan begini, zaman dulu dan ini hadis sohih, ada seorang wanita, wanita ini dianggap sebagai wanita yang nakal, wanita yang suka menggoda pria. Seorang wanita yang memang pekerjaannya yang jelek-jelek. Satu hari dia kehausan yang sangat, jika dalam kehausannya tentunya dia cari air, alhamdulillah dapat air tapi harus turun ke sumur, tidak ada timba, jadi harus turun. Kalau dengan tangan saja tidak sampai apalagi dengan mulut jadi terpaksa turunlah wanita tersebut. Setelah hilang hausnya, lalu naiklah wanita itu. Begitu ia naik melihat seekor anjing sedang menjilat-jilat tanah, ini pertanda bahwa anjing tersebut kehausan. Si wanita berpikir pasti anjing ini kehausan sebagaimana yang saya rasakan. Lalu dia turun lagi ke sumur dengan susah payah untuk mengambil air. Apa yang digunakan alat untuk mengambil airnya Dia turun dia buka sepatunya dan melalui sepatunya kulit yang bisa menampung air banyak dan tidak bocor.

Memang dalam islam, ada istilah hayan muhtaram dan hayawan goiru muhtaram. Goiru muhtaram itu hewan atau makhluk yang tidak patut dijaga kehormatan hidupnya. Gak perlu dijaga keselamatannya sampai matipun gak apa-apa. Umpama kita punya air botol mineral, ada hayawan goiru muhtaram yang tidak perlu dijaga kelangsungan hidupnya. Sementara ada orang yang perlu untuk berwudu, maka air ini diberikan kepada orang yang mau berwudu.

Ada 6 hayawan goiru muhtaram, 4 manusia, 2 binatang.

1. Azzaani al muhshon, pezina muhson, muhson itu seorang pezina yang sudah menikah baik laki maupun perempuan. Apa hukumannya, di razam sampai mati, artimya hak dia sampai mati, jika kelaparan kehausan biarin saja sampai mati. Bahkan kematiannya dalam islam  dikatakan kematian paling menyeramkan, mengenaskan, menakutkan.

2. Al murtad, (keluar dari Islam) muslim lalu murtad itu haknya mati

3. Al kafirul harbi (orang kafir dalam suasana perang, si kafir berhadapan dengan muslim, maka si kafir harus mati)

4. Pelaku pembunuhan (qotilun nafs). Pembunuh yang dinyatakan qisos. Nah 4 manusia ini jika berdampingan dengan kucing dirumah kita, keduanya kehausan, maka yang dikasih minum adalah kucing, karena kucing lebih dihormati.

5. Babi

6. Anjing gila, galak.

Nah ternyata anjing biasa tidak termasuk goiru muhtaram. Maka ketika si wanita memberi minum kepada si anjing tadi, nabi bersabda “Allah swt berterima kasih kepada si wanita tadi atas perbuatannya maka Allah ampuni dosanya selama hidupnya, oleh satu perbuatan yang mana perbuatan itu kelihatannya sepele, tetapi Allah berterima kasih kepada wanita tersebut dan diampuni semua dosanya. Begitu murah Allah. ” pada kisah lain disebutkan seorang laki-laki dengan mengerjakan hal yang sama dan dijamin masuk surga oleh Allah. Sebaliknya kata nabi ada orang yang masuk neraka gara-gara menyiksa binatang, ada seorang wanitadikabarkan bakal masuk neraka, gara-gara apa? Gara-gara ngikat dan ngurung kucing. Tanpa dikasih makan minum. Ini pelajaran buat kita bahwa kalau saja kepada hewan Allah begitu besar syukurnya yang melakukan kebaikan, berbuat baik kepada anjing yang kita anggap binatang kotor itu ada pahalanya ada balasannya dari Allah. Kita bandingkan, bagaimana kalau pemberian itu, entah itu makanan, minuman, ataupun alat-alat yang bisa dimanfaatkan orang lain itu diberikan kepada manusia, pasti apa? Pasti pahalanya lebih besar. Disinilah orang-orang tua kita, guru-guru kita mengajarkan kepada kita pake ayat ini, “wahai orang yang beriman bertakwa kepada Allah, dan carilah kepada allah itu wasilah” Jadi kalau pengen sampai kepada Allah maka carilah wasilah, apa itu wasilah? Perantara, alat nyambung komunikasi dengan Allah supaya apa yang kita minta sampai kepada Allah dan dikembalikan kepada kita apa yang menjadi permintaan kita. Pakai apa wasilahnya? Pake perbuatan-perbuatan baik. Perbuatan baik yang paling berharga disisi Allah itu apa? Dzikir kembali ke kita, shalat buat kita, baca quran kepada kita kebaikannya, tapi kalau sudah kebaikan itu berdampak kepada orang lain maka ini pahalanya lebih besar lagi, karena ketika kebaikan menyebar kepada orang lain maka akan melebar pahala dan membesar pahala dari Allah swt.

Nah, sedekah adalah perbuatan baik yang berdampak kepada orang lain. Sampai tersenyumnya kita kepada saudara kita adalah sedekah. Tetapi tentunya sedekah yang bermanfaat adalah sesuatu yang bisa digunakan oleh penerima sedekah tersebut, bisa dengan sebagian harta kita, barang-barang yang kita miliki untuk diberikan kepada orang lain. Nabi bersabda “kalau kita mau memberikan sesuatu entah itu makanan, uang, pilih –pilih juga orangnya, kepada siapa? Sebaiknya makanan kita, harta kita, barang kita dianjurkan, hanya dimakan oleh orang yang bertaqwa, sholeh. Yang sedang menuntut ilmu, sedang belajar, ” Disinilah yang kata Allah, cari wasilah untuk bisa sampai kepada Allah swt, bukan berupa ke kuburan, tempat angker, benda-benda keramat, tapi kalau wasilahnya amal soleh maka itu dicontohkan oleh nabi. Nabi mencontohkan, ada orang yang amat soleh, ia mendapat pertolongan Allah swt. Ada 3 orang sahabat yang sedang melakukan perjalanan jauh, kemudia ketika dalam perjalanan ternyata hari sudah sore dan turun hujan, carilah mereka perlindungan dan masuk ke dalam goa. Ketika didalam goa tanpa disangka ada batu yang menggelinding karena pengaruh hujan dan persis menutupi pintu goa. Dan tertutuplah didalam goa. Diangkat bertigapun tidak bergerak.

Hanya ada cara minta pertolongan kepada Allah swt, bagaimana caranya? Masing-masing menceritakan amalnya kepada Allah, si A menceritakan punya orangtua yang sudah tua renta dan setiap malam ia berikan minum kepadanya. Suatu ketika ia datang dan orangtuanya sudah tidur. Lalu ia menunggu orangtuanya hingga bangun di pagi hari dan minuman tersebut masih ada di tangan sang pemuda. Lalu pemuda ini berdoa, “Ya Allah jika itu adalah bagian dari amal solih saya maka tolonglah saya, agar bisa keluar dari goa ini ” didoronglah batu dan bergeraklah sedikit. Pemuda B pun melakukan hal yang sama. Ia berdoa, “Ya Allah saya dulu punya, sepupu yang orangnya cantik. Suatu hari orang tersebut minjam uang ke saya dan saya bilang nggak usah pake pinjam, asalkan kau mau melayaniku, sampai suatu saat mendesak si wanita tersebut mendatangi saya lagi dan dia siap melayaniku dan ketika hendak membuka bajunya si wanita tersebut bilang ‘wahai pria bertakwalah kepada Allah, dan takutlah kepada allah, janganlah kau lakukan ini’ mendengar ini saya langsung lari dan membatalkan niat jahat saya.

Ya, Allah keluarkan saya dari goa ini” mulailah pelan-pelan ada cahaya, tapi tetep belum bisa keluar. Sampai orang ketiga bercerita kepada Allah, “Ya, Allah saya punya karyawan sekian banyak semuanya sudah saya berikan gajinya, semuanya sudah pergi, hanya satu yang sudah pergi tanpa mengambil gajinya, suatu saat ia datang kepada saya, minta gajinya, lalu saya tunjukkan lading dan sejumlah hewan ternak yang berasal dari gajinya. Lalu pemuda tersebut berkata, ‘tuan saya hanya mau ambil gaji aja’ itulah gaji kamu semua sudah diputar di jalan Allah yang diusahakan, lalu ia mengambil semuanya. Ya, Allah jika memang itu adalah semata-mata amal soleh saya dan saya ikhlas untukmu ya Allah, maka keluarkanlah saya dari sini” Lalu ia mendorong batu tersebut dan bergerak hingga memberikan jalan bagi ketiganya untuk keluar. Maka, ambillah hikmah dari tiga pemuda tersebut dan mari kita bergerak bersama untuk berbagi pada sesama.

AKTIFITAS | Jadikan Sedekah sebagai Wasilah Kita sampai pada Allah SWT  
AKTIFITAS
Daarul Qur’an Gelar Fullday Super Camp
 Share       

Bertempat di bumi perkemahan Karanggeneng, Ungaran, Semarang, Daarul Qur’an menggelar acara Super Camp yang diikuti oleh para staf dan pengajar sekolah Fullday. Kegiatan ini akan berlangsung dari tanggal 1-3 April 2016.

Sebanyak 54 peserta yang dibagi kedalam 9 kelompok mengikuti kegiatan ini. Dengan tema “Lets be The Best by DAQU Method” diharapkan kegiatan ini akan menjadikan Daqu Fullday sebagai intitusi pendidikan yang baik. “Dengan kegiatan ini kami ingin agar Daqu Method juga dijalankan dengan istiqomah oleh para staf dan pengajar. Jadi kegiatan ini digelar untuk memberikan semangat dan motivasi baru bagi para staf dan pengajar Daqu Method” ujar ketua panitia Fathurrahman S.PdI. Dalam acara ini juga hadir kepala Kesekretariatan Ustadz Mulyadi, Kabid DaQu Training Center Risnaldi Sikumbang, Kabiro Akademik Litbang Daarul Qutni, Direktur DBN M Zuzali dan segenap Pimpinan dan Staf Fullday Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an. “Semoga dengan kegiatan ini menumbuhkan kebersamaan antar SDM, menjaga nama baik lembaga serta kita bisa mengoptimalkan Daqu Method karena Daqu Method sudah banyak diamalkan oleh masyarakat” ujar ustadz Mulyadi. Drs H. Sukman Hermawan yang juga Kabiro Fullday, dalam pesannnya yang disampaikan lewat Voice Note ustadz Ahmad Jameel mengatakan acara seperti ini sangat baik sebagai sarana menguatkan ukhuwah dan motivasi karena yang lemah akan dikuatkan dengan saling memberi motivasi. Acara ini terasa special dengan pesan yang disampaikan langsung oleh ustadz Yusuf Mansur yang saat ini tengah berada di Jepang. Lewat vioce note beliau menyampaikan, “Saya doakan semoga kawan-kawan juga bisa keliling dunia. Dulu saya dan istri selalu berdoa lewat shalat tahajud dan duha agar bisa keliling dunia. Alhamdulillah. Semoga kawan-kawan bisa mencontoh apa yang kami lakukan” ujarnya

AKTIFITAS | Daarul Qur’an Gelar Fullday Super Camp
AKTIFITAS
Fun Outing Akhiri Kegiatan Supercamp
 Share       

Kegiatan Supercamp yang digelar bagi guru-guru Fullday Daarul Qur’an diakhiri dengan acara Fun Outing. Seluruh peserta pun mengikuti kegiatan ini dengan riang dan semangat. Sabtu (2/4), di Bumi Perkemahan Karanggeneng, Ungaran, Semarang.

Sebelum kegiatan dimulai para peserta diberikan motivasi langsung oleh Kabiro Daqu Fullday, Drs H. Sukman Hermawan. Lalu para peserta dibagi kedalam empat kelimpik untuk bergerak sesuai aturan yang diberikan. Kelompok pertama diberi nama Spongebob, kelompok ini dipandu oleh Mr. Mungiz dan diberi tugas menemukan petunjukan jalan dan kecepatan serta kekompakan tim. Tim kedua bernama Rally Gurita yang dipandu oleh Mr. Lalan dan bertuga untuk menemukan petunjuk secara utuh. Grup selanjutnya bernama Panzer dan dipandu oleh Ms. Imah dengan tugas mengasah kemampuak fisik dan wawasan pengetahuan. Lalu kelompok empat bernama Bartender dipandu oleh Mr. Wahid dan kelompok 5 bernama Zip zap dipimpin oleh Mr. Fatur. “Asyik sekali ikut dalam kegiatan ini. Permainan yang diberikan Insya Allah akan berguna bagi kami dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari” ujar Haimah salah satu peserta. Acara ini ditutup pada pukul 11.45 WIB, dengan diakhiri doa bersama dan shalat dzuhur berjamaah dan para peserta tidak lupa bersalaman satu sama lainnya agar tetap terjalin kekuatan bersama.

 

AKTIFITAS | Fun Outing Akhiri Kegiatan Supercamp
DAQU KHUSUS
Ratusan Santri Ikuti Wisuda Tahfizh Nasional
 Share       

Mei tahun ini, kiranya merupakan bulan tarbiyah bagi Bangsa Indonesia. Setelah peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, kemudian Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, selanjutnya tergelar hajat nasional Wisuda Akbar Indonesia Menghafal Al Qur’an.

Yayasan Daarul Qur’an kembali menggelar Wisuda Tahfizh Nasional (WTN) di Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an yang terletak di Desa Ketapang, Kec Cipondoh, Kab Tangerang, Banten, Sabtu, 4 Juni 2016. WTN merupakan hajatan nasYayasan Daarul Qur’an kembali menggelar Wisuda Tahfizh Nasional (WTN) di Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an yang terletak di Desa Ketapang, Kec Cipondoh, Kab Tangerang, Banten, Sabtu, 4 Juni 2016. WTN merupakan hajatan nasional Daarul Qur’an yang dimulai sejak 2015. Pada WTN perdana yang digelar Ahad, 14 Juni 2015, di Gedung Istora Senayan Jakarta Pusat, sebanyak 388 Penghafal Quran dari seluruh Indonesia menjadi pesertanya. Mereka tergolong dalam kategori Penghafal 30 Juz, 15 Juz, 12 Juz, dan 4 Juz plus 4 Surah Pilihan. Dua wisudawan terbaik, Afif Okjil dan Syafril Mude, mendapat kepercayaan untuk menjadi imam tarawih di Amerika Serikat. Namun sayang amanah itu gagal diemban, lantaran kedua Penghafal 30 Juz itu tidak mendapat visa. WTN kedua tahun 2016 ini, menurut Kepala Biro Tahfizh Daarul Qur’an, Muhaimin Alhafiz, diikuti 274 santri tingkat SD (sighor) hingga SMA dari Pesantren dan Rumah Tahfizh Daarul Qur’an Tangerang (Banten), Bandung dan Cikarang serta Cariu (Jawa Barat), Semarang dan Solo (Jawa Tengah), Pesawaran dan Kota Gajah (Lampung), Cimanggis (Depok), Surabaya, Malang, dan Probolinggo (Jatim), Yogyakarta, Sumatera Selatan, dan Medan. Jumlah hafalan mereka terdiri 30 Juz (132 santri), 15 Juz (90 santri), 12 Juz (24 santri), 4 Juz plus 4 Surah Pilihan (28 santri).

Wisuda dihadiri pengurus Yayasan Daarul Qur’an, seluruh pengasuh pesantren Daarul Qur’an, serta walisantri. Hadir pula mewakili Walikota Tangerang, Camat Cipondoh Deni Koswara. Turut hadir Syaikh Muhammad Saleh Jabir dari Madinah, Pimpinan Majelis Syuro Majelis Rasulullah Jakarta Habib Nabil bin Fuad al Musawa, Ulama Syria Syaikh Muhammad Al Khannas, dan Ulama dari Yaman Syaikh Abdullah Assyajaroh yang membacakan doa khotmil quran. Bertindak sebagai juru tes hafalan santri di panggung adalah Ustaz Yusuf Mansur, Syaikh Abdullah, Syeikh Thoriq, dan Duta Besar Sudan Abdul Rahim Al Siddig, serta Dubes Libya Mr Abdussame. Alhamdulillah, setelah menjalani testing, sebanyak 15 santri berhasil mendapatkan sanad jazari, dan 3 santri lain mendapat sanad Al Quran. Sanad Al Quran merupakan syarat keabsahan dalam membaca Qur’an. Ini diperoleh dengan mengaji secara musyafahah (berhadapan langsung dengan guru) dalam setoran bacaan 30 Juz. Sanad bacaan Qur’an Imam Al-Jazari merupakan sanad favorit yang diburu para pelajar dan ulama yang ingin mendapatkan sanad qira’at Imam Jazari Al-Dimasyqi (Al- Imam Syamsuddin Abu al-Khair Muhammad bin Muhammad bin Muhammad al-Dimasyqi al- Syafi’i). Beliau ulama dari Syam yang memiliki kelebihan dalam bidang ilmu tajwid dan ilmuilmu Qur’an. Karena kepakaran dan kemasyhurannya dalam ilmu tajwid, ia diberi gelar “Al- Mujawwid” (ahli tajwid).

Salah satu santri berprestasi tertinggi adalah Choirunnisa Gracia Cempaka. Remaja kelas XII ini sudah hafal 30 juz. Adiknya yang bernama Nurussyawal Murni duduk di kelas 5 SD Sighor Putri Cimanggis dan sudah hafal 12 juz. Adiknya lagi kelas 2 SD Sighor Putra dan hafal 2 juz. “Alhamdulillah, masya Allah senang banget melihat semua anak saya di sini, saya bangga,” ucap haru Moh Adnan, walisantri ketiga santri tersebut. Warga Cipondoh itu berharap, anak-anaknya kelak hafal 30 juz semua dan mengamalkannya.

“Jadi ketika saya meninggal, anak-anak yang doain saya,” katanya. Peserta wisuda lainnya, Najla Sayyidah, kelas 5 SD Sighor Putri dan sudah hafal 12 juz. “Senang banget bisa membuat bahagia Abi dan Umi,” kata santri yang gemar menulis ini. Ia mengaku, baru pertama kali itu melihat kedua orangtuanya begitu bahagia. “Makanya saya pingin tahun depan sudah hafal 30 juz,” imbuh santri yang kelak ingin meneruskan pendidikan di Pesantren Gontor. Ditanya soal asa, Najla dengan percaya diri mengatakan ingin menjadi “Penakluk Roma” untuk meneruskan perjuangan Muhammad al Fatih –pemimpin Islam yang bersama pasukannya menaklukkan Konstantinopel atau Byzantium pada tahun 1453.

 

DAQU KHUSUS | Ratusan Santri Ikuti Wisuda Tahfizh Nasional
DAQU KHUSUS
They’re The Best
 Share       

Malam jelang Wisuda Tahfizh Nasional, Pondok PesantrenTahfizh Daarul Qur’an menggelar wisuda akhir (haflah akhirussanah). Wisuda yang diselenggarakan pada Jumat (3/6) itu diikuti 93 santri yang terdiri 16 santri Shigor Putri, 24 santri Shigor Putra, 34 santri Putra SMU, dan 19 santri Putri SMU. Wisuda dihadiri Ustaz Yusuf Mansur, Asaatidz, wali santri, dan sejumlah tamu undangan lainnya. Dalam kesempatan ini Ketua Daarul Qur’an Ustaz Ahmad Jameel mengumumkan beberapa santri berprestasi dari setiap angkatan. Untuk Santri Putri Cikarang, keluar sebagai Santri Terbaik kategori Tahfizh adalah Lulu Fadhilah Mujtahidah. Sedang Terbaik Akademik diraih Putri Acebeli, dan Terbaik Kepengasuhan jatuh pada Raden Putri Maula.

Pada Idad Shigor Putra Ketapang, santri Terbaik Tahfizh adalah Muhammad Fahmi Hidayat. Santri Terbaik Akademik diraih Rifqi Nusa Putra. Sedang santri Terbaik Kepengasuhan adalah M. Alvin Julianda Mustafa. Di Pesantren Putri Cimanggis, Ratu Isrina Maharani keluar sebagai santri Terbaik Tahfizh. Sedang Terbaik Akademik diraih Raden Putri Maura Ramadan. Santri Putra Ketapang yang meraih predikat Terbaik Tahfizh adalah Jawad Muyasarr. Untuk Terbaik Akademik dicapai Muhamad Abid. Ustaz Jameel juga mengumumkan, sebanyak 34 santri pengabdian akan ditugaskan sebagai guru ke sejumlah Pondok Pesantren di Lampung, Semarang, Takhossus Cikarang, dan Pesantren Daqu Al- Jannah Cariu.

DAQU KHUSUS | They’re The Best
DAQU KHUSUS
Mendadak Mio buat Masitoh
 Share       

“Walau suami petani biasa dan saya guru honorer, saya ingin anak saya nyantri di Daarul Qur’an. Maka, saya jual sehektar tanah saya untuk biaya pesantren. Alhamdulillah anak saya dididik dengan baik oleh para Asaatidz Daqu.”

Demikian pengakuan Ny Masitoh, tatkala didaulat naik panggung dalam Wisuda Tahfizh Nasional (WTN) di Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an di Desa Ketapang, Kec Cipondoh, Kab Tangerang, Banten, Sabtu (4/6). Perempuan dari Kabupaten Mesuji, Lampung, itu ibunda dari Fachri Chumaidi yang sudah hafal 15 juz. Biar lebih mantap agar anaknya bisa menjadi penghafal Qur’an, Ny Masitoh mengajak Junaidi suaminya serta anaknya untuk langsung menemui Ustaz Yusuf Mansur. Dari ujung utara Provinsi Lampung, mereka bertiga naik motor ke Ketapang. Berangkat ba’da shubuh dari Mesuji, hingga tiba di rumah kakak Masitoh di Balaraja, Tangerang, pukul sembilan malam. Setelah beristirahat, keesokan paginya mereka menuju ke rumah Ustaz Yusuf. Bersua Ustaz, Ny Masitoh menyampaikan, ia sudah menjual 1 hektar tanah dan honor rapelan tiga bulan untuk biaya nyantri anaknya. “Tapi sekarang belum lunas,” ungkapnya. “Ya sudah, insya Allah semua akan saya selesaikan,” jawab Ustaz Yusuf demi menyimak perjuangan Ny Masitoh.

Di luar dugaan, ibu itu menolak. “Nggak usah, Ustaz, biar dari hasil jerih payah saya sendiri yang akan menyelesaikannya,” ujar Ny Masitoh mantap. Bukan itu saja yang membuat Ustaz Yusuf kagum. Ny Masitoh juga pantas menjadi inspirasi bagi masyarakat. Di tengah kesederhanaan hidupnya, ia juga menyelenggarakan rumah Tahfizh. Rumah Tahfizh Al Islam yang dikelolanya kini memiliki 185 santri dengan guru 11 orang. Awalnya, para guru dan santri sekadar belajar membaca Qur’an. “Ingin membuka program

Tahfizh Qur’an tapi belum ada guru yang hafal,” terang Ny Masitoh. Ia tak patah semangat. Dicarinya seorang hafizhah di Mesuji untuk menerima setoran dan mengoreksi bacaan para guru dan santri. Secara berkala, Ny Masitoh dan para guru serta puluhan santri patungan masing-masing Rp 10.000 untuk menyewa beberapa mobil pick up. Dengan menumpang mobil inilah mereka mendatangi rumah ustazhah setiap Sabtu dan Ahad untuk muroja’ah.

“Alhamdulillah, saat ini dari 186 santri Rumah Tahfizh Al Islam, yang sudah mulai menghafal 40 anak. Hafalan mereka 3 juz hingga 4 juz,” tutur Ny Masitoh sambil mohon do’a bagi kelancarannya. “Untuk menghadiri WTN ini, Ibu naik motor?” tanya Ustaz Yusuf. “Tidak, alhamdulillah digratiskan sama Daqu Lampung untuk menumpang bus rombongan,” jawabnya. “Motornya ke mana?” kejar UYM. Sambil nyengir si ibu menjawab, “Alhamdulillah motornya rusak.” Ny Masitoh menuturkan, 2 pekan lalu mendapat musibah. Saat sedang dalam perjalanan silaturahmi ke saudara, dompet suaminya hilang di jalan. Termasuk di dalamnya SIM dan STNK motor tua mereka. “Akhirnya motor juga rusak.” Mendengar kisah itu, spontan Ustaz Yusuf berkata pada Hj Siti Maemunah istrinya, “Mamah, di rumah ‘kan ada motor mio yah? Nah, bawa tuh pulang ke Mesuji. Beneran saya rido, karena motor itu motor istri saya, hehehe,” kata Ustaz disambut tawa hadirin. “Alhamdulillah,” jawab Ny Masitoh girang penuh haru.

DAQU KHUSUS | Mendadak Mio buat Masitoh
QURANKU
NIKMATNYA MEMBACA AL QURAN
 Share       

Perilaku hidup seorang muslim tak lepas dari hukum wajib, sunah, mubah, makruh, dan haram. Mari kita sibukkan dengan hal yang wajib dan sunah, sekali-kali boleh menikmati yang mubah, tinggalkan yang makruh, dan campakkan yang haram.

Menonton sinetron itu mubah, nonton sepakbola juga mubah, tetapi jangan sampai sesuatu yang mubah menyibukkan kita setiap hari sehingga menelantarkan yang wajib dan sunah. Yang mubah sekali-kali bolehlah, tapi jangan rutin. Jangan setiap hari nonton sinetron, dari sebelum tidur, bangun tidur, sampai mau tidur lagi. Kalau tidak sanggup mengendalikan diri dari kecanduan sinetron, ya tinggalkan saja. Salah satu yang wajib dan sunah yang harus kita lakukan adalah membaca Al-Quran. Rasulullah SAW berwasiat: “Bacalah Al-Quran sebab di Hari Kiamat nanti ia akan datang sebagai penolong bagi para pembacanya.” Bagi seorang muslim, Al-Quran bagai cahaya di tengah kegelapan malam. Ia menjadi petunjuk yang senantiasa dinantikan kedatangannya. Karena itu, merugilah orang yang tidak mengenal Al-Quran.Seringkali Al-Quran dijadikan mas kawin (mahar). “Aku terima nikahnya dengan mas kawin Al-Quran dan seperangkat alat solat lengkap.” Tapi begitu selesai akad nikah, Al-Quran nya tidak pernah dibaca, bahkan tidak pernah ditengok walaupun suami-istri sedang membutuhkan obat mujarab untuk mengatasi badai rumah tangga. Sebaliknya, beruntunglah orang yang kenal dengan Al-Quran dan berusaha menjaga hubungannya agar tetap langgeng. Betapa tidak; Kebahagiaan, ketenangan, dan kedamaian hidup akan senantiasa mengkutinya karena ia menjaga dan dijaga Al Quran.

Tak heran jika Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk “iri” kepada orang yang hidupnya akrab dengan Al-Quran.

Nabi Muhammad SAW berwasiat, “Ada dua golongan manusia yang sungguh-sungguh orang iri kepadanya, yaitu orang yang diberi oleh Allah Kitab Suci Al-Quran ini, dan dibacanya siang-malam, dan orang yang dianugerahi kekayaan harta yang siang dan malam digunakan untuk segala sesuatu yang diridhoi Allah” (HR Bukhari Muslim).

Tatkala membaca Al-Quran dengan kesungguhan, saat itulah kita terhubung dengan Allah. Karena, Al-Quran adalah “tali Allah yang terjulur dari langit ke bumi”. Jika membaca saja sudah begitu mulia, apalagi menghafal dan mentadabburi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kehidupan, Al-Quran akan member solusi semua aspek kehidupan. Ia menjadi obat bagi jiwa-jiwa yang galau. Yang ingin hajatnya dikabulkan, yang ingin punya rumah sendiri, ingin punya kontrakan... yang masih jomblo biar cepat nikah, ingin punya keturunan, dan seterusnya, maka jalannya adalah membaca dan mengamalkan Al-Quran. Sedih, gundah gulana, bosan, hati tidak tenang, itu biasa kita alami dalam kehidupan. Terkadang kita mencari obatnya dengan curhat kepada orang-orang terdekat, mengutarakan keluh-kesahnya bahkan sampai menangis tersedu sedu. Untuk sementara, mungkin itu membuat ketenangan hati. Tapi, tidak tuntas dan tidak langgeng. Karena yang mengusai hati kita cuma Allah.

Seperti disebut dalam syair sebuah lagu: “Tahukah Kamu, ya cuma Kamu, pemilik hatiku...” Jadi pada saat merasa sedih, gundah gulana, bosan, hati merasa tidak tenang, dll, mari kita kembalikan kepada-Nya. Kita serahkan semuanya kepada Allah dengan membaca ayat-ayat suci-Nya. Insya Allah ketenangan akan hadir. Itulah sebabnya para sahabat menjadikan Al-Quran sebagai kecintaan. Mereka berlomba-lomba membaca, sehingga ada yang mengkhatamkan Al-Quran dalam sehari semalam saja. Dalam sebuah hadits shahih,Rasulullah SAW menyuruh Abdullah bin Umar mengkhatamkan Quran seminggu sekali. Begitu pula para sahabat seperti Utsman bin Affan, Zaid bin Tsabit, Ibnu Mas’ud, mengkhatamkan Al-Quran pada setiap Jum’at. Bagaimana agar kita senantiasa rindu, dan merasa tidak enak jika sehari saja tidak berinteraksi dengan Al-Quran?

Pertama, memahami hikmah dan keutamaan membaca Al-Qur’an. Baik untuk diri-sendiri, orang tua, keluarga, maupun lingkungan di dunia maupun kelak di akhirat. Ini akan member motivasi untuk rajin membaca Al-Qur’an.

Kedua, luangkan waktu khusus untuk Al- Qur’an, misalnya 1 jam dalam 24 jam sehari. Misalnya ba’da maghrib atau Subuh. Jadikan ini kebiasaan yang istiqomah, walaupun sedikit. Kalau kita bisa istiqomah makan 3x sehari pada waktunya, tentu tilawah Quran juga bisa. Camkan, Al-Qur’an tidak menerima waktu waktu sisa kita, tetapi membutuhkan waktu khusus yang kita alokasikan.

Ketiga, tashabur (menyabarkan diri) saat membaca. Godaan setan adalah ketika kita membaca Al-Qur’an inginnya cepat-cepat selesai, seperti diburu waktu. Padahal, membaca Al-Qur’an itu kudu tartil sesuai dengan makhroj dan tajwidnya. Sehingga, memjadi bacaan bernilai pahala. Nah, saat merasa jenuh ingin menghentikan dan menutup Al-Qur’an, kita perlu menyabarkan diri dan berusaha menambah porsi bacaan. Ini membutuhkan perjuangan dan merupakan nilai jihad tersendiri.

Keempat, ketulusan niat. Semata-mata mengharap ridho Allah akan menjadi pondasi utama dalam menjaga keistiqomahan dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an. Bila kita belum mampu memahami kalimat-kalimat dalam Al-Qur’an, paling tidak kita harus menanamkan keyakinan dalam diri bahwa apa yang kita baca ini mengandung perintah dan larangan. Sejauhmana kita bisa melaksanakan perintah tersebut, dan sejauhmana kita bisa menjauhi larangan-Nya. Kemudian, kita pun bisa merenungkan peringatan-peringatan dalam Al-Qur’an, lalu menghubungkannya dengan aneka macam godaan di dunia. Al-Quran juga mengandung kabar gembira berupa kenikmatan yang abadi. Kita bisa membandingkannya dengan kenikmatan-kenikmatan hidup yang ada saat ini. Sehingga, kita tidak tergiur dengan kenikmatan sesaat di dunia, dan melupakan kenikmatan yang abadi di akhirat kelak. Ini adalah salah satu jalan agar kita bisa menjiwai Al-Qur’an.

QURANKU | NIKMATNYA MEMBACA AL QURAN
(915) views
(915) views
(918) views
(915) views
HALAMAN AKHIR
Ironi Superhero Impor dan Muslim
 Share       

Dari pemutaran di Amerika Utara, Batman v Superman mendapat 170 juta dollar AS. Sedang 254 juta dollar AS dari pemutaran di negara-negara lain, termasuk Indonesia tentunya. Pemasukan itu sudah melebihi impas. Produser Warner Bros konon membenamkan investasi 250 juta dollar AS untuk produksi dan 150 juta dollar untuk promosi. Film yang disutradarai Zack Snyder ini mendapat review buruk dari para kritikus. Namun, toh tidak menyurutkan minat para pecinta tokoh superhero, khususnya Batman dan Superman. Batman dan Superman adalah sebagian dari tokoh khayalan Amerika Serikat. Superhero semacam itu dipopulerkan Perusahaan Marvel dan DC Comics

Dimulai awal tahun 2000 ketika “X-Men” buatan Marvel berhasil mencuri perhatian penonton di seluruh dunia. Setelah itu, secara beruntun tokoh-tokoh super-hero produksi Marvel bermunculan: Spiderman, Fantastic Four, Hulk, Iron Man, Captain America, dan Thor menghiasi layar bioskop di seluruh dunia. Puncaknya ketika Marvel menghadirkan “The Avengers”, yang mengumpulkan para superhero dalam satu film. Pesaing Marvel adalah DC Comics, yang memperkenalkan superhero seperti Batman, Superman, Cat Woman, Jonah Hex, dan Green Lantern. Kini, sebagian tokoh superhero tersebut, sudah menjadi idola banyak anak negeri kita. Bukan hanya angkatan kita yang pernah menyukai superhero tahun 70- 80 an, tapi juga anak bahkan cucu kita saat ini.

Semasa kecil kita pasti pernah merasakan ingin menjadi Superman, agar bisa terbang punya kekuatan untuk membasmi kejahatan dan membela orang kecil. Kita juga ingin jadi Batman, The Flash, dan lain-lain. Nah, mimpimimpi kita itu tetap dipelihara dan semakin dikembangkan oleh Marvel dan DC Comics, agar juga menjadi mimpi anakanak kita. Tragisnya, anak-anak Indonesia menjadi tidak mengenal superhero local seperti Si Buta dari Gua Hantu, Pendekar Bambu Kuning, Panji Tengkorak, Si Pitung, Pak Sakerah, dan lain-lain. Fatalnya lagi, generasi belia Islam tidak mengenal tokohtokoh pejuang Islam lokal, apalagi para pahlawan di era salaf seperti Nabi Muhammad SAW dan para sahabat serta pengikutnya. Justru Marvel dan DC Comics yang melihat pasar tokoh superhero dari Dunia Islam. Maka, dimunculkanlah tokoh-tokoh Islam, namun tetap saja kalah kelas dibanding superhero semacam Superman dan Batman. Bahkan tokoh Islam lainnya jadi tokoh protagonis alias penjahat. Salah satunya adalah Rayhan Mazin, yang muncul perdana dalam Power Girl vol. 2 #24, tahun 2011.

Memiliki kekuatan super untuk mengendalikan cuaca, tidak membuat Rayhan Mazin berminat menjadi superhero, bahkan dia seperti berniat menyembunyikan kekuatannya. Sebagai warga negara Amerika keturunan Arab, kekuatan super yang dimilikinya justru membuat Rayhan takut dia akan dicurigai sebagai ancaman oleh masyarakat. Namun ketika pesawat yang ditumpanginya mengalami kecelakaan, Rayhan yang mengkhawatirkan keselamatan para penumpang kemudian menggunakan kekuatannya untuk mengendalikan angin, mengangkat pesawat yang hendak jatuh dan mengarahkannya dengan pengendalian anginnya.

Namun, yang jadi pahlawan dalam kisah ini justru Power Girl dan Batman. Keduanya tiba-tiba hadir sebagai pahlawan penyelamat pesawat yang terancam jatuh oleh perbuatan teroris bernama Rayhan Mazin! Pada mulanya Rayhan mencoba mengikuti tindakan hukum yang diberlakukan kepadanya. Ditangkap, diborgol dan dibawa untuk diinterogasi, Rayhan kemudian berubah ketika mendapat berita bahwa ayahnya sekarat dan dia tak diizinkan bahkan untuk menghubungi keluarganya. Rayhan yang marah akhirnya kabur dan diburu oleh Power Girl dan Batman. Rayhan Mazin yang dibuat oleh Judd Winick dan digambar oleh Hendry Prasetya ini mencoba memotret bagaimana identitas keislaman dan Arab masih dicurigai di Amerika.

Tokoh lainnya adalah Simon Baz, yang tayang dalam The New 52 FCBD Special Edition #1, pada Mei 2012. Baz memiliki tato di lengan kanannya bertuliskan as-syajaah yang berarti keberanian dalam bahasa arab. Alkisah, saat terjadi peristiwa WTC tanggal 11 September 2001, Simon Baz yang masih berusia 10 tahun menonton peristiwa itu bersama keluarganya. Beberapa tahun setelah peristiwa WTC, Baz dan keluarga muslimnya (Baz adalah keturunan Lebanon) terus menerima perlakuan rasis dan penuh curiga dari warga sekitar. Puncaknya ketika Baz baru dipecat dari pekerjaannya, dalam kondisi putus asa dia lalu mencuri mobil yang ternyata terdapat bom di dalamnya. Polisi kemudian menangkap Baz dan menginterogasinya sebagai tersangka terorisme, saat itulah cincin Green Lantern milik Sinestro dan Hal Jordan (yang telah menyatu) menemukan Baz dan menjadikannya bagian dari pasukan polisi luar angkasa, Green Lantern. Baz yang terpilih menggantikan Hal Jordan sebagai Green Lantern bumi, justru dianggap telah menculik Hal dan diburu oleh JLA. Baz mencoba tidak melawan JLA, namun tindakan Batman yang mencoba melepas cincin Green Lantern dari tangan Baz, membuat cincin itu bereaksi dan menyerang Batman. Khalid, tokoh berikutnya, muncul perdana dalam Superman #657, yang tayang Desember 2006.

Mendapat nama julukan Sirocco dari Superman, Khalid pada awalnya ingin memiliki nama alias sebagai Aldabaran. Sirocco dan Superman bertemu pertama kali di Teheran, Iran, saat sedang menumpas gerombolan teroris. Kekuatan super Sirocco adalah mampu bergerak secepat angin (sekitar 25 km per detik), mampu mengendalikan angin, serta memiliki daya sembuh super cepat. Tokoh Davood Nassur muncul perdana dalam Superman vol. 2 #48, Oktober 1990. Davood Nassur mendapatkan kekuatannya dari ikat pinggang makhluk luar angkasa. Dengan ikat pinggang itu, Davood yang dijuluki sebagai Sinbad, jadi memiliki kekuatan telekinesis. Kekuatan itu bisa membuatnya terbang, memukul Superman hingga jatuh, juga mengeluarkan sinar dari tangannya. Toh, yang dimunculkan sebagai pahlawan tetap saja Superman.

HALAMAN AKHIR | Ironi Superhero Impor dan Muslim
(916) views
(904) views
(908) views
(909) views
(915) views